kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

APBN 2016 sah, dana PMN batal


Jumat, 30 Oktober 2015 / 21:29 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah dan Dewan Pewakilan Rakyat (DPR) akhirnya memutuskan untuk menahan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk badan usaha milik negara (BUMN).

Meski tetap masuk dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, anggaran senilai Rp 48,38 triliun tetap tidak bisa digunakan.

Hal itu merupakan keputusan rapat paripurna malam ini, yang membahas pengesahan Undang-undang tentang APBN 2016.

Dalam keputusannya, pimpinan rapat Taufik Kurniawan mengatakan, DPR menyetujui RUU APBN 2016 menjadi UU APBN 2016 dengan catatan.

Salah satu catatannya adalah menahan dulu penggunaan anggaran PMN.

"Mengenai PMN akan dikembalikan lagi ke komisi-komisi terkait yang akan diajukan kembali dalam RAPBNP 2016," ujar Taufik, Jumat (30/10).

Sebelumnya, sejumlah fraksi memang menolak keras rencana pemberian PMN bagi sejumlah BUMN.

Terlebih banyak anggaran PMN yang ada dalam APBN-P 2015 belum trealisasi, salah satunya adalah Fraksi Gerindra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×