kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.902   -10,75   -0,18%
  • KOMPAS100 768   -1,60   -0,21%
  • LQ45 586   -0,99   -0,17%
  • ISSI 203   0,09   0,04%
  • IDX30 332   -0,76   -0,23%
  • IDXHIDIV20 411   -0,07   -0,02%
  • IDX80 88   -0,08   -0,09%
  • IDXV30 112   0,70   0,63%
  • IDXQ30 107   -0,46   -0,42%

APBI Buka Suara Ada Potensi Kenaikan Biaya Operasional Akibat Mandatori Biodiesel B50


Jumat, 10 Juli 2026 / 14:50 WIB
APBI Buka Suara Ada Potensi Kenaikan Biaya Operasional Akibat Mandatori Biodiesel B50
ILUSTRASI. Fokus Pengembangan Biodiesel B20 dan B30 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) angkat bicara mengenai mandatori pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel 50% (B50) di sektor industri. 

Pelaku usaha menilai kebijakan ini berpotensi mengerek beban pengeluaran perusahaan pertambangan, baik dari pos pengadaan bahan bakar maupun pemeliharaan armada operasional.

Direktur Eksekutif APBI, Gita Mahyarani menjelaskan, dampak komersial dari kebijakan baru ini belum dapat disamaratakan bagi seluruh korporasi pertambangan nasional. Pasalnya, struktur pasokan dan logistik energi di setiap wilayah kerja memiliki karakteristik serta tantangan yang berbeda-beda.

"Kami belum dapat menyampaikan satu angka selisih yang berlaku secara umum, karena harga bahan bakar yang diterima perusahaan dipengaruhi oleh pemasok, lokasi tambang, volume pembelian, biaya distribusi, dan skema kontrak masing-masing," kata Gita kepada Kontan.co.id, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: BBM B50 Resmi Diluncurkan, Ini Perbedaaan dengan Biodiesel B35 & B40

Gita menambahkan, komponen pembentuk harga bahan bakar nabati cair ini cukup kompleks dan tidak hanya bergantung pada harga bahan baku utama di pasar domestik. Oleh sebab itu, pelaku usaha masih mencermati formula baku pengadaan komoditas energi hijau tersebut di tingkat riil.

"Selain itu, perlu dibedakan antara harga indeks biodiesel sebagai komponen pencampur dan harga akhir B50 yang diterima pengguna. Pemerintah sendiri menyampaikan bahwa mekanisme penetapan harga B50 tetap mengikuti mekanisme yang selama ini berlaku untuk B40," terangnya.

Gita menyatakan, hingga kini simulasi total beban baru yang harus ditanggung emiten tambang sepanjang tahun buku 2026 masih bergerak dinamis. Namun, selain harga beli bahan bakar, perusahaan juga harus bersiap mengalokasikan modal ekstra untuk mengantisipasi risiko penurunan performa mesin.

"Dampaknya terhadap biaya operasional belum dapat digeneralisasi karena penerapan B50 masih dalam masa transisi. Tapi memang berpotensi meningkatkan biaya operasional tambang, baik dari sisi harga bahan bakar maupun kemungkinan tambahan biaya teknis, seperti perawatan alat berat, penggantian filter, penanganan penyimpanan, dan penyesuaian sistem bahan bakar," pungkasnya.

Baca Juga: Jelang B50 Berlaku, APBI Wanti-wanti Risiko Teknis dan Beban Biaya Industri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×