CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.544   15,00   0,09%
  • IDX 6.702   24,12   0,36%
  • KOMPAS100 882   4,93   0,56%
  • LQ45 668   3,51   0,53%
  • ISSI 234   0,64   0,27%
  • IDX30 371   1,43   0,39%
  • IDXHIDIV20 459   2,10   0,46%
  • IDX80 100   0,59   0,59%
  • IDXV30 128   0,75   0,59%
  • IDXQ30 119   0,49   0,41%

Apa kabar rencana cukai emisi karbon dan minuman berpemanis? Ini kata Bea Cukai


Rabu, 12 Februari 2020 / 17:37 WIB
ILUSTRASI. Minuman Kopi siap minum dalam kemasan. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/23/07/2019


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Di sisi lain, eskalasi barang kena cukai juga menyasar pada minuman berpemanis. Nirwala bilang, mekanisme pengenaannya hampir mirip dengan yang diterapkan oleh negsra lain. Yakni, dengan menghitung kandungan gula per liter.

Dalam kajian Bea Cukai dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan bahwa penyakit diabetes tipe 2 mengalami kenaikan prevalensi hampir dua kali lipat dalam sebelas tahun terakhir. 

Baca Juga: Operasi di 3 wilayah, Bea Cukai tekan kerugian negara Rp 48,5 juta dari HPTL ilegal

Rencananya, Bea Cukai akan lebih dulu membahas cukai kantong plastik. Sebab secara kajian sudah rampung dan pembahasan dengan parlemen tinggal dilanjutkan.

Sementara, untuk cukai emisi karbon dan minuman berpemanis diajukan di akhir tahun ini atau tahun 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×