kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Diminta Siapkan Lumbung Pangan di Setiap Desa


Jumat, 14 Oktober 2022 / 15:45 WIB
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Diminta Siapkan Lumbung Pangan di Setiap Desa
ILUSTRASI. Petani menyemprot tanaman padi di area persawahan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/9/2022). ANTARA FOTO/Arnas Padda/foc.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah diminta untuk menyiapkan sejumlah upaya untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan. Hal ini agar ketahanan pangan tercapai untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Guru Besar Universitas Katolik Santo Thomas Sumatra Utara, Posman Sibuea mengatakan, krisis pangan dan kelaparan gizi menjadi persoalan global yang perlu diwaspadai dan memerlukan solusi berkelanjutan. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengingatkan dunia tentang ancaman krisis pangan global lewat sidang umum Ke-77 yang digelar akhir September 2022 menyerukan invasi Rusia ke Ukrania telah menimbulkan krisis pupuk global dan bakal berdampak pada ketersediaan pangan.

Posman menuturkan, setidaknya dua miliar orang yang sebagian besar berada di Asia berpotensi terancam bencana kelaparan. Meski Indonesia juga dikenal sebagai lumbung pangan dunia, namun sebagian warga Indonesia harus meregang nyawa karena kelaparan.

Baca Juga: Kementerian Pertanian Gandeng Bank KB Bukopin Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Secara nasional, tidak kurang dari lima juta anak-anak tidak bisa tidur nyenyak setiap malam karena kelaparan dan mengalami gizi kurang (buruk). Posman mengatakan, defisit pangan beberapa waktu lalu terjadi di Papua karena tanaman ubi mengalami gagal panen.

“Pemerintah perlu menetaskan kebijakan pangan yang membumi agar dapat mengubah setiap desa menjadi pusat lumbung pangan yang beragam dan bergizi dari hulu ke hilir,” ujar Posman saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (14/10).

Posman menyampaikan, untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045, program nawacita yang diusung pemerintahan Joko Widodo sejak 2014, salah satunya membangun dari pinggir harus bisa terwujud melalui lumbung desa pangan beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA).

Secara khusus di sentra-sentra perkebunan sawit dapat dibangun industri minyak makan merah. Produk ini kaya kandungan vitamin A yang bisa digunakan untuk mengatasi secara dini bagi anak balita.

“Lumbung pangan B2SA ini menyediakan bantalan pangan sumber protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral,” pungkas Posman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×