kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Antara Jokowi, media sosial dan Raisa


Senin, 11 September 2017 / 15:20 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Presiden Jokowi awal pekan ini menyampaikan orasi dalam Dies Natalis ke 60 Universitas Padjajaran. Dalam orasi tersebut Jokowi sempat menyinggung peran media sosial dalam menyampaikan informasi ke masyarakat secara terbuka dan cepat.

keterbukaan dan kecepatan tersebut salah satunya dia contohkan dalam pernikahan dua pesohor Indonesia; Raisa dan Laudya Cynthia Bella. "Dalam satu dua hari ini di media sosial ramai konflik Raisa dan Laudya, tidak sedikit warganet yang memberi komentar dengan mention akun presiden, Ini Raisa aset Indonesia kenapa suaminya Australia, Laudya juga menikah dengan warga negara asing," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (11/9).

Mudahnya informasi menyebar dan lebarnya jangkauan di media sosial seperti itu membuat Jokowi meminta agar masyarakat bisa bijak dalam menggunakan media sosial. Dia mengimbau agar dalam memanfaatkan media sosial, masyarakat tidak menggunakan media sosial untuk menebar fitnah dan kebencian.

Kehati- hatian dan kebijakan tersebut menurut Jokowi diperlukan. Maklum saja, derasnya informasi akibat penggunaan media sosial sering tidak diimbangi oleh pendalaman terhadap informasi yang disebar. Masyarakat sering tidak mencari tahu apakah informasi yang mereka terima benar atau tidak.

"Akibatnya apa? Masyarakat mudah emosional. Ada apa-apa sedikit, langsung ditanggapi. Padahal informasi itu belum tentu betul," sambungnya.

Hal yang demikian disebutnya tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara lainnya. Mayoritas penggunanya masih banyak yang tertipu oleh berita-berita bohong yang beredar melalui media sosial," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×