kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Anggota komisi IV DPR ragukan swasembada jagung yang diklaim Kemtan


Jumat, 28 September 2018 / 21:25 WIB
Anggota komisi IV DPR ragukan swasembada jagung yang diklaim Kemtan
ILUSTRASI. Jagung pakan ternak


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Surplusnya produksi jagung di nusantara yang diklaim Kementerian Pertanian (Kemtan) terlihat kontradiktif dengan keluhan peternak terkait dengan naiknya harga pakan. Nasib peternak makin terjepit karena beralih ke gandum juga makin meningkatkan biaa produksi. 

Meliat fenomena ini, Anggota Komisi IV DPR, Zainut Tauhid Sa’adi mengaku heran. Karenanya, ia siap mengonfrontasi Kementerian Pertanian dengan pengusaha soal besaran produksi dan kebutuhan jagung yang sesungguhnya.

“Gagasan untuk mempertemukan menjadi salah satu solusi. Kami akan melakukan pengecekan lapangan terdahulu untuk memastikan mana yang benar. Karena laporannya surplus,” ujar Zainut dalam siaran persnya, Jumat (28/9).

Pengecekan langsung dipandangnya perlu dilakukan mengingat produksi jagung ini berhubungan dengan pakan untuk ternak. Dengan harga pakan yang meningkat, efeknya bakal merembet ke harga telur dan daging ayam.

“Kami akan mengkonfrontrasi antara dua data yang beda, mana yang benar. Kami ingin semuanya pasti. Nggak ingin hanya berdasarkan katanya. Karena ini juga akan berimbas ke harga-harga lain,” tutur Zainut.

Sementara itu, Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman menceritakan, saat ini peternak lebih banyak menggunakan gandum daripada jagung untuk bahan baku produksi. Langkah ini diambil karena memang kebutuhan jagung untuk produksi pakan tidak dapat terpenuhi.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×