kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.015   7,00   0,04%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ancaman Ketahanan Pangan: RI-Pakistan Siapkan Strategi Minyak Nabati Jangka Panjang


Rabu, 14 Januari 2026 / 11:24 WIB
Ancaman Ketahanan Pangan: RI-Pakistan Siapkan Strategi Minyak Nabati Jangka Panjang
ILUSTRASI. RI dan Pakistan khawatir soal ketahanan pangan global. Wamendag dorong penguatan rantai nilai, khususnya di sektor minyak nabati


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti melakukan pertemuan dengan Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, sekaligus Anggota Majelis Nasional (MNA). Pertemuan tersebut merupakan rangkaian tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada 8-9 Desember tahun lalu. 

Dalam kesempatan itu, Roro menyoroti peluang penguatan kerja sama ekonomi, termasuk di sektor produksi minyak nabati (edible oil), investasi, serta pengembangan rantai nilai dan ketahanan pangan.

"Kami melihat adanya potensi besar untuk memperluas kolaborasi ekonomi kedua negara, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi dan penguatan rantai nilai yang mendukung ketahanan pangan jangka panjang,” katanya dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026). 

Selanjutnya, Roro juga mendorong kerjasama lanjutan untuk memperluas perjanjian perdagangan melalui peningkatan status IP-PTA menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada tahun 2027. 

Baca Juga: Siap-Siap, Menkeu Purbaya Berencana Tambah Layer Tarif Cukai Rokok pada 2026

Menurutnya peningkatan kerja sama ini akan memberikan kepastian lebih besar bagi dunia usaha kedua negara di sektor perdagangan dan investasi. 

Pertemuan ini juga menyinggung terkait perubahan iklim yang menjadi isu dunia. 

Roro bahkan menyampaikan ketertarikannya untuk dapat mempelajari pengalaman dari Provinsi Sindh dalam pembangunan perumahan yang tangguh iklim dalam skala besar, khususnya pascabanjir 2022. 

Roro juga menyoroti kebijakan kepemilikan rumah atas nama perempuan kepala keluarga yang dinilai sebagai langkah progresif yang sejalan dengan agenda pemberdayaan perempuan. 

"Membangun hunian yang tangguh terhadap iklim sekaligus memastikan kepemilikan rumah atas nama perempuan adalah langkah nyata dari pemerintah terhadap perempuan,” ungkapnya. 

Sementara itu, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto menyambut baik rencana strategis untuk peningkatan kerja sama antar kedua negara. 

Menurutnya, Indonesia dan Pakistan memiliki keterkaitan leluhur yang membuat pertemuan tersebut lebih bermakna dan memudahkan dalam keterlibatan bilateral kedua negara. 

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 16.877 per Dolar AS, Bank Indonesia Buka Suara

Dalam kesempatan ini, Aseefa turut menyampaikan ungkapan duka cita dan simpati atas bencana banjir dan tanah longsor yang baru-baru ini terjadi di Indonesia khususnya di pulau Sumatra. Ia turut simpati kepada keluarga yang terdampak serta mendoakan kesembuhan bagi seluruh korban yang terdampak. 

Pihaknya juga turut memuji kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terutama dalam memberikan kesejahteraan sosial melalui program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak dan ibu hamil. 

"Pakistan turut mengejar tujuan serupa melalui program unggulan seperti Benazir Income Support Programme," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×