kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Alasan penurunan Solar lebih tinggi dari Premium


Rabu, 23 Desember 2015 / 18:39 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah akhirnya menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar menjadi masing-masing Rp 7.150 per liter dan Rp 5.950 per liter.

Harga Premium hanya turun Rp 150 per liter.

Sedangkan harga Solar turun Rp 850 per liter.

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said bilang, harga solar turun cukup besar, karena harga keekonomiannya sudah turun sebesar 18%.

Sementara untuk Premium penurunannya memang tipis, karena harga patokan dalam Means of Platts Singapore (MOPS) hanya turun 8% saja.

Adapun, harga yang berlaku saat ini untuk kedua jenis BBM masing-masing Rp 6.700 per liter dan Rp 6950 per liter.

"Harga ini akan mulai berlaku mulai tanggal 5 Januari 2016 nanti," ujar Sudirman, rabu (23/12) di Istana Negara, Jakarta.

Adapun jeda waktu antara pengumuman dan masa berlaku terjadi untuk memberikan waktu bagi penjual di SPBU menghabiskan stok yang saat ini ada.

Sehingga tidak merugikan pengecer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×