kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Ahok: Gubernur juga enggak setuju saya naik bus


Jumat, 03 Januari 2014 / 13:48 WIB
ILUSTRASI. Tips Memilih Skincare Sesuai dengan Jenis Kulit yang Tepat Agar Hasilnya Maksimal.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki berbagai alasan mengapa ia enggan beralih menggunakan transportasi massal. Salah satunya adalah jarak rumah yang terlampau jauh dengan kantornya, di Balaikota Jakarta, sehingga dibutuhkan tiga kali pindah naik transjakarta.

"Orang Jakarta pengen saya kerja memutuskan kebijakan cepat. Daripada ngabisin waktu dua jam di bus, saya sudah buat tiga keputusan di kantor karena datang dari pagi," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Apabila berada di dalam bus, berdesakan, dan terjebak macet, banyak waktunya yang akan tersita. Maka dari itu, ia lebih memilih untuk menggunakan kendaraan dinasnya menuju Balaikota dengan dikawal voorijder dan datang tepat waktu. Dengan itu, banyak kegiatan bermanfaat yang dihasilkan.

Biasanya, Basuki mengawali dan mengisi hari-harinya dengan rapat dan bertemu para pemangku kebijakan. Kegiatannya yang tak pernah kosong, hingga malam hari, juga menjadi bahan pertimbangannya jika beralih ke transportasi massal.

"Enggak ada gunanya melihat saya dua jam naik bus dan macet-macetan. Pak Gubernur juga enggak setuju kalau saya naik bus," ujar Basuki.

Mengenai keluhan PNS DKI yang mengeluhkan lemahnya pengawasan dalam Instruksi Gubernur (Ingub) ini, Basuki akan mengatur sanksi untuk PNS DKI yang tidak mematuhi instruksi tersebut. Saat ini, kata dia, baru uji coba pelaksanaan Ingub.

"Intinya mencontohkan masyarakat pindah dari mobil pribadi untuk naik bus. Nanti semuanya bisa melintas jalur transjakarta," ujar pria yang akrab disapa Ahok tersebut. (Kurnia Sari Aziza)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×