kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Ada tenaga kesehatan terpapar Covid-19 usai divaksin, begini respons Kemenkes


Senin, 22 Februari 2021 / 20:05 WIB
ILUSTRASI. Ada tenaga kesehatan terpapar Covid-19 usai divaksin, begini respons Kemenkes


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyatakan, turut prihatin dengan adanya tenaga kesehatan (Nakes) dan tokoh masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 usai mendapat suntikan pertama vaksin Covid-19.

Nadia menjelaskan, sangat mungkin Nakes atau tokoh masyarakat terpapar Covid-19 sebelum mendapatkan vaksinasi. Hal tersebut mengingat bahwa masa inkubasi virus tersebut dalam rentang 1-14 hari.

Maka pada saat penyuntikan pertama belum ditemukan gejala. Diketahui 40% kasus Covid-19 merupakan bergejala dan sisanya 60% bergejala ringan hingga tanpa gejala.

"Sangat mungkin tenaga kesehatan maupun berapa tokoh masyarakat yang mereka diketahui positif covid setelah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, ini mereka terpapar oleh virus covid-19 sebelum vaksinasi, tetapi pada saat vaksinasi mereka belum memiliki gejala covid-19," jelas Nadia saat Konferensi Pers Daring Kementerian Kesehatan pada Senin (22/2).

Baca Juga: Update 21 Februari 2021: Vaksinasi Covid-19 kesatu 1.227.918 (0,68% dari target)

Vaksin Sinovac ditekankan merupakan vaksin yang berisikan virus yang sudah mati. Serta juga sudah ditentukan berapa dosis dalam penyuntikan kepada sasaran.

"Vaksinasi dimana dia tidak akan menimbulkan penyakit, tetapi dia mampu merangsang ataupun menstimulus tubuh kita untuk merespons terhadap antigen atau virus yang tadi sudah dimatikan. Sehingga dengan respons tersebut tubuh kita bisa memberi memberikan antibodi yang tentunya sudah bisa siap kalau nanti kita akan tertular virus Covid-19," ujarnya.

Selain itu, vaksin Sinovac juga telah dinyatakan aman dan bermutu dan sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dimana Nadia menegaskan bahwa, vaksin tersebut sudah betul-betul dilihat dan dikaji terkait aspek keamanan, sehingga dipastikan bahwa penyuntikan vaksin nantinya tidak menimbulkan penyakit pada penerimanya.

"Vaksinasi tersebut juga telah kita lakukan kepada tenaga kesehatan yang berusia 60 tahun keatas dan hingga saat ini kita tidak menerima laporan ataupun adanya kasus kejadian ikutan pasca imunisasi yang signifikan," imbuhnya.

Baca Juga: Tahap kedua bergulir, ini peringkat Indonesia di daftar vaksinasi sedunia




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×