kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.534   151,00   0,92%
  • IDX 7.851   -100,86   -1,27%
  • KOMPAS100 1.093   -13,32   -1,20%
  • LQ45 801   -10,82   -1,33%
  • ISSI 265   -2,80   -1,04%
  • IDX30 415   -6,14   -1,46%
  • IDXHIDIV20 482   -6,23   -1,28%
  • IDX80 121   -1,75   -1,43%
  • IDXV30 130   -1,94   -1,46%
  • IDXQ30 134   -2,00   -1,47%

Ada Libur Lebaran, Ditjen Pajak Imbau Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan Lebih Awal


Rabu, 19 Maret 2025 / 17:14 WIB
Ada Libur Lebaran, Ditjen Pajak Imbau Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan Lebih Awal
ILUSTRASI. Petugas melayani wajib pajak melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (26/2/2025).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA.  Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengimbau Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) untuk segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sebelum batas waktu pelaporan pada 31 Maret 2025.  

Imbauan ini disampaikan mengingat adanya hari libur nasional dan cuti bersama yang bertepatan dengan periode batas akhir pelaporan.  

“Mengingat terdapat hari libur nasional dan cuti bersama yang bertepatan dengan periode batas akhir penyampaian SPT Tahunan WP OP untuk SPT Tahun 2024, Pemerintah melalui DJP mengimbau agar wajib pajak dapat melaporkan SPT Tahunannya lebih awal sebelum jatuh tempo pelaporan 31 Maret 2025,” tulis Kementerian Keuangan dalam keterangannya, Rabu (19/3).  

Baca Juga: 7,8 Wajib Pajak Lapor SPT, Cek Cara Lapor & Mengisi SPT 1770 SS & 1770 S Di Efiling

Meskipun demikian, penyampaian SPT Tahunan tetap dapat dilakukan hingga batas akhir melalui saluran elektronik di laman DJP Online.  

Sementara itu, untuk Wajib Pajak Badan, batas waktu penyampaian SPT Tahunan adalah 30 April 2025.  

Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pembayaran pajak merupakan bentuk kewajiban dan peran masyarakat dalam pembiayaan negara serta pembangunan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×