kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

720 advokat Peradi siap bela Rizal Ramli hadapi Nasdem


Selasa, 18 September 2018 / 06:19 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) resmi melaporkan mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli ke Polda Metro Jaya, Kamis (17/9). Laporan tercatat dengan nomor LP/4963/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum.

Rizal diduga melakukan pencemaran nama baik dan/atau fitnah tindak pidana bidang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana Pasal 310 KUHP dan/atau 31 KUHP dan/atau Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Laporan Nasdem sendiri, bermula dari pernyataan Rizal yang bilang bahwa Presiden Joko Widodo enggan memberi teguran kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita karena takut kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. Pernyataan Rizal di stasiun televisi dalam konteks banjir impor gula, garam, dan beras yang dilakukan pemerintah.

Terkait hal ini, Nasdem sendiri sempat melayangkan somasi kepada Rizal pada 15 September 2018, hingga akhirnya melaporkan Rizal ke Polda Metro Jaya. "Sehubungan dengan (somasi) itu, Bapak Rizal Ramli menghubungi Peradi, bertanya bagaimana sebaiknya?" Kata Otto dalam jumpa pers di Kantor DPN Peradi, Slipi, Jakarta Senin (17/9).

Otto kemudian memberitahu soal ini kepada anggota Peradi lainnya. "Ada 720 Anggota Peradi yang tanpa dibayar siap membela kami," lanjutnya.

Ia juga melanjutkan bahwa, sejatinya tendensi Peradi bukan soal politik, melainkan kenyataan bahwa dengan impor berlimpah, kondisi petani nasional akan terhimpit. "(Dengan impor) petani akan berkurang produksinya. Makin lama Indonesia makin ketergantungan," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×