kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

40% bilik dan kotak suara di Jakarta pakai kardus


Selasa, 18 Februari 2014 / 10:46 WIB
ILUSTRASI. Bendera China dan Jepang berkibar di depan Gerbang Tiananmen menjelang kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, di Beijing, China 25 Oktober 2018. REUTERS/Thomas Peter


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Sebanyak 40 persen kebutuhan bilik dan kotak suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 terbuat dari kardus. Sebab, banyak kotak suara yang terbuat dari aluminium rusak dan hilang.

"Sebanyak 60 persen lainnya masih pakai aluminium. Tapi, kami menjamin keamanan kertas suara aman," kata Kepala Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno, kepada wartawan, Senin (17/2/2014).

Menurut Sumarno, total bilik suara yang diperlukan mencapai 68.180 unit, dan kotak suara sebanyak 51.135 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 persen tidak dapat digunakan lagi akibat rusak atau hilang. Sementara 60 persen sisanya dapat dipergunakan kembali tahun ini. KPU DKI mengeluhkan kurangnya fasilitas untuk menyimpan kotak suara dan bilik.

Meski kardus tidak sekuat kotak aluminium, keamanan tetap terjamin. Sebab, surat suara dan formulir akan ditempatkan di kotak aluminium.

"Di setiap TPS, kami usahakan ada kotak suara yang aluminium, Insya Allah aman," kata Sumarno.

Pemilihan kardus ini, kata Sumarno, sesuai dengan anggaran yang dialokasikan APBN. Menurutnya, hal itu tidak hanya terjadi di Ibu Kota, juga di kota lainnya.

Sumarni menyatakan, dengan kardus, penggunaannya hanya sekali pakai dan bisa langsung dimusnahkan. Jika menggunakan aluminium, harus ada anggaran untuk sewa gudang penyimpanan.

"Kalau pakai aluminium, perlu anggaran untuk sewa gudang selama 5 tahun," kata Sumarno. (Kurnia Sari Aziza)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×