CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 -0,70%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

4 Pesawat ini gagal mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, akibat cuaca ekstrem


Senin, 06 Desember 2021 / 21:12 WIB
4 Pesawat ini gagal mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, akibat cuaca ekstrem
ILUSTRASI. Sebuah pesawat terbang berada di dekat awan cumulonimbus di kawasan perairan Teluk Jakarta, Minggu (10/01/2021). 4 Pesawat ini gagal mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, akibat cuaca ekstrem


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Empat pesawat gagal mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, akibat cuaca ekstrem, Minggu (5/12/2021) malam. Keempat penerbangan tersebut menggunakan pesawat Super Air Jet, Citilink, Batik Air, dan Lion Air. 

"Yang terdampak ada empat (penerbangan), satu kembali ke bandara asal atau return to base (RTB), tiga lagi divert atau pengalihan pendaratan," kata Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Taufan Yudhistira saat dihubungi, Senin (6/12/2021).

Tiga pesawat yang divert yaitu penerbangan dari Makassar tujuan Bali yang harusnya mendarat pukul 20.40 Wita dan dialihkan ke Cengkareng, Tangerang. Kemudian pesawat dengan rute Bandung-Bali dialihkan ke Surabaya. 

Baca Juga: Pesawat kargo Trigana Air tergelincir saat mendarat di Bandara Halim, keluar runway

Sementara satu rute penerbangan lagi yakni rute Cengkareng-Bali dilaihkan ke Surabaya. Adapun satu pesawat yang memutuskan return to base ke Cengkareng adalah Super Air Jet yang dijadwalkan mendarat pukul 17.40 Wita. Namun, setelah cuaca membaik, pesawat itu akhirnya diberangkatkan. 

"Kalau pembatalan tidak ada. Untuk hari ini dari tadi pagi tak ada penerbangan yang tertunda dan berjalan normal," jelasnya. 

Waspada cuasa ekstrem 

Sejak Minggu (5/12/2021) malam hingga Senin pagi, Bali selatan dan tengah dilanda hujan lebat. Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar Diana Hikmah mengatakan, curah hujannya sekitar 187,5 milimeter dan masuk kategori ekstrem. 

Hal ini karena ada pola konvergesi yang terbentuk di wilayah Bali sehingga massa udara terkumpul di Bali dan berpotensi terbentuk awan hujan. 

Baca Juga: 4 Masalah ban saat hujan dan cuaca ekstrem, waspada!

"Konvergensi adalah pola pertemuan angin di wilayah Bali. Denpasar sendiri dari data curah hujan kemarin hingga pagi sebesar 187,5 milimeter dan masuk kategori ekstrem," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin. 

Untuk itu warga diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu yang dapat menimbulkan  banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data dari BMKG, cuaca ekstrem tersebut kemungkinan akan menurun dalam dua hari ke depan. 

(Penulis Kontributor Bali, Ach. Fawaidi | Editor Priska Sari Pratiwi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pesawat Lion Air, Super Air Jet, Citilink, hingga Batik Air, Gagal Mendarat di Bali"

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental THE FUTURE OF SELLING

[X]
×