kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

4 BUMN-BUMD kerjasama bangun bendungan Rp 1,2 T


Rabu, 02 Oktober 2013 / 13:58 WIB
4 BUMN-BUMD kerjasama bangun bendungan Rp 1,2 T
ILUSTRASI. Produk saniter Surya Toto Indonesia. Surya Toto Indoneia (TOTO) andalkan segmen ritel untuk topang penjualan. KONTAN/Arfyana Rahayu


Reporter: Fahriyadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Satu kali dayung, dua pulau terlampaui. Kira-kira ungkapan itulah yang cocok untuk menggambarkan rencana kerjasama antara Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta untuk membangun bendungan di Bogor yang menjadi hulu Sungai Ciliwung.

Selain berfungsi mengurangi banjir Jakarta sekitar 25%-30%, pembangunan bendungan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai air baku untuk pemenuhan air di Jakarta.

Rencana itu diresmikan lewat penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Menteri BUMN, Dahlan Iskan dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). "Kerjasama pembangunan bendungan antara BUMD adalah satu dari beberapa rencana sinergis yang akan dilakukan antara pemerintah dengan Pemprov DKI Jakarta," ujar Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Rabu (2/10).

Dahlan mengatakan BUMN yang akan terlibat dalam proyek ini adalah PT Hutama Karya dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Sedangkan, BUMD DKI Jakarta yang terlibat adalah PT Pembangunan Jaya dan PD PAM Jaya.

Menurut Dahlan rencana mengatasi banjir ini sejatinya telah dibicarakan antara Kementerian BUMN dan Pemprov DKI hampir setahun lalu, yakni dengan membuat waduk.

Namun, upaya ini terhambat aturan dan beberapa perizinan sehingga perlu dicari ide baru, yakni membuat bendungan. "Jika selesai nanti bisa mengurangi banjir jakarta 20%-30% dan air baku sekitar 3.000 meter kubik," ujarnya.

Dahlan menambahkan bahwa bendungan ini akan menelan anggaran Rp 1,2 triliun yang berasal dari modal BUMN dan BUMD. Rencananya bendungan ini akan dibangun segera kalau bisa tahun ini juga.

Mengenai komposisi kerjasama pembangunan ini, Dahlan bilang BUMN lebih dominan dari BUMD dengan 51%-49%. "Dominasi ini penting biar ada solusi jika terjadi kebuntuan dalam perusahaan," katanya. Dahlan menjelaskan keterlibatan BUMD DKI Jakarta ini penting agar pelaksanaan pekerjaan bisa lebih cepat dan air bakunya bisa dimanfaatkan.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya selain mengatasi banjir kiriman dari Bogor, pembangunan bendungan ini juga bisa memperpendek alur pengiriman air baku ke Jakarta yang selama ini diperoleh hanya dari Waduk Jati Luhur.

Ia pun memastikan bahwa air baku itu nantinya akan dikelola oleh PAM Jaya atau PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang berencana mengakuisisi PT Pam Lyonnaise Jaya (Palyja). Rencananya pembangunan bendungan ini memakan waktu pengerjaan selama dua tahun.

Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Sri Widayanto Kaderi mengatakan pihaknya siap untuk mengelola tambahan air tersebut. Menurutnya saat ini Jakarta kekurangan air sekitar 8-10 meter kubik per detik. Ia bilang tambahan pasokan air ini cukup untuk menutupi kekurangan air yang dipasok dari Ciliwung yang saat ini mencapai 16,5 meter kubik per detik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×