kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

3 saran ombudsman agar pelayanan publik meningkat


Senin, 30 September 2013 / 17:02 WIB
ILUSTRASI. Payudara bisa kendur bahkan sebelum waktunya akibat kebiasaan-kebiasaan yang tanpa disadari berdampak buruk.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua Ombudsman RI, Danang Girindrawardana mengatakan, pemerintah perlu memperhatikan tiga aspek penting untuk melaksanakan efektivitas pemerintahan.

Menurut Danang, tiga aspek tersebut adalah kompetitif, inovatif, dan partisipatif. "Kompetitif ini terkait insentif kepada instansi yang berhasil menyelenggarakan pelayanan publik dengan baik," ujar Danang, Senin (30/9).

Selain kompetitif, ada pula Inovasi. Menurutnya, inovasi diperlukan sebagai terobosan dalam sistem pemerintahan. Namun, dia bilang, inovasi yang sifatnya baik sering kali dianggap berseberangan dengan sistem pemerintahan yang sedang berjalan.

Untuk itu, pemerintah perlu memberikan advokasi kepada aparaturnya agar inovasi bisa dilakukan selama tidak terjadi mal-administrasi terhadap pelayanan publik.

Ketiga, Danang menyebut aspek partisipatif dari publik perlu dikedepankan. Menurutnya, publik berhak menilai pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah.

"Hak itu dilindungi Undang-Undang. Tanpa keterlibatan publik, maka kebijakan yang diambil mal-administratif, dan itu salah satu indikator korupsi," kata Danang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×