CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

3 saran ombudsman agar pelayanan publik meningkat


Senin, 30 September 2013 / 17:02 WIB
ILUSTRASI. Payudara bisa kendur bahkan sebelum waktunya akibat kebiasaan-kebiasaan yang tanpa disadari berdampak buruk.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua Ombudsman RI, Danang Girindrawardana mengatakan, pemerintah perlu memperhatikan tiga aspek penting untuk melaksanakan efektivitas pemerintahan.

Menurut Danang, tiga aspek tersebut adalah kompetitif, inovatif, dan partisipatif. "Kompetitif ini terkait insentif kepada instansi yang berhasil menyelenggarakan pelayanan publik dengan baik," ujar Danang, Senin (30/9).

Selain kompetitif, ada pula Inovasi. Menurutnya, inovasi diperlukan sebagai terobosan dalam sistem pemerintahan. Namun, dia bilang, inovasi yang sifatnya baik sering kali dianggap berseberangan dengan sistem pemerintahan yang sedang berjalan.

Untuk itu, pemerintah perlu memberikan advokasi kepada aparaturnya agar inovasi bisa dilakukan selama tidak terjadi mal-administrasi terhadap pelayanan publik.

Ketiga, Danang menyebut aspek partisipatif dari publik perlu dikedepankan. Menurutnya, publik berhak menilai pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah.

"Hak itu dilindungi Undang-Undang. Tanpa keterlibatan publik, maka kebijakan yang diambil mal-administratif, dan itu salah satu indikator korupsi," kata Danang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×