kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

17 orang di evakuasi, 4 orang tewas di Freeport


Rabu, 15 Mei 2013 / 10:55 WIB
ILUSTRASI. Balita keras kepala


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, tim penyelamat sudah berhasil mengevakuasi 17 orang  dalam kejadian runtuhnya terowongan di fasilitas pelatihan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Sampai tadi pagi sudah dievakuasi 17 orang, 4 orang diantaranya tewas. Sampai saat ini proses evakuasi masih berjalan," ujar Syawaluddin Lubis, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, saat acara Temu Bisnis Asosiasi  Jasa Pertambangan Indonesia (ASPIINDO) di MTH Square, Jakarta, Rabu (15/5).

Syawaluddin mengatakan, tim penyelamat terus melakukan proses evakuasi korban. Dia bilang, proses evakuasi harus dilakukan hati-hati, jika tidak bisa menimbun korban yang masih selamat di dalam terowongan.

Dalam peristiwa ini, ESDM menurut Syawaluddin sudah menugaskan jajarannya melakukan investigasi kejadian tersebut. "Saya sudah pernah ke sana (Freeport), tempat tersebut sudah dipakai sejak tahun 2000, tapi tidak pernah terjadi apa-apa. Setelah evakuasi saya langsung instruksikan Kasubdit Keselamatan Tambang untuk investigasi," kata Syawal.

Sebelumnya, Rozik B. Soetjipto, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia  berjanji akan memprioritaskan upaya pencarian dan penyelamatan karyawan. Freeport memperkirakan, 40 karyawan mereka berada  di ruang kelas dalam terowongan saat insiden terjadi sekitar pukul 07.30 (WIT) 14 Maret 2013. Ada 3 karyawan yang berhasil menyelamatkan diri dari tempat kejadian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×