kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

160.000 ASN Pensiun pada 2025, Pemerintah Bakal Buka Seleksi CPNS 2026?


Selasa, 24 Februari 2026 / 16:07 WIB
160.000 ASN Pensiun pada 2025, Pemerintah Bakal Buka Seleksi CPNS 2026?
ILUSTRASI. Menpan RB Rini Widyantini (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini mengungkapkan bahwa sebanyak 160.000 aparatur sipil negara (ASN) sudah purnatugas alias pensiun pada tahun 2025, apakah akan membuka seleksi CPNS 2026? 

Rini membuka sinyal peluang dibukanya seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 untuk mengisi kekosongan tersebut meski belum ada pengumuman resmi. 

"Kami kan sudah menyediakan sekitar 160.000 pensiun yang memang harus diisi. Mudah-mudahan, mudah-mudahan (di 2026 ada tes CPNS)," kata Rini saat ditemui di Kantor KemenpanRB, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026). 

Baca Juga: Ditjen Pajak Resmi Luncurkan Coretax Form, Solusi Cepat Lapor SPT Nihil

Rini mengaku belum mengetahui kapan proses seleksi CPNS 2026 dibuka. Sebab, seleksi CPNS membutuhkan waktu yang panjang karena ada sejumlah tahapan perhitungan anggarannya.

"Prosesnya sangat panjang ya, kesiapan anggarannya, misalnya 160.000 tapi anggarannya belum bisa seluruhnya kita isi, misalnya gitu," tutur dia. 

Taruh perhatian ke lulusan baru  

Terlepas dari itu, Rini mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan perhatian kepada lulusan baru yang ingin bergabung menjadi ASN. 

"Kami sangat concern terhadap para fresh graduate untuk bisa ikut serta membantu birokrasi ini," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa saat ini Kementerian PANRB masih meminta setiap kementerian dan lembaga memetakan kebutuhan, termasuk kompetensi yang dibutuhkan di setiap instansi. 

"Yang paling penting itu kompetensinya. Harus disesuaikan dengan strategi kementerian dan program prioritas presiden," kata dia.

Baca Juga: Partai Buruh Desak Pemerintah Bebaskan PPh 21 untuk THR

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/02/24/15573771/160000-asn-telah-pensiun-pemerintah-buka-peluang-seleksi-cpns-2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×