kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.821   -7,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

12 Negara pamer teknologi maritim di kantor Susi


Senin, 11 Januari 2016 / 13:18 WIB
12 Negara pamer teknologi maritim di kantor Susi


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, pemerintah menargetkan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, salah satunya melalui sektor kelautan dan perikanan. 

Oleh sebab itu, perlu kerjasama dengan negara lain guna menjaring investasi di sektor kelautan dan perikanan. 

"Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, KKP membutuhkan keselarasan dan kerjasama dengan negara lain," kata Susi dalam pembukaan Marine & Fisheries Forum and Exhibition 2016, Senin (11/1). 

Dalam acara tersebut, 12 negara berbagi informasi teknologi terkini di bidang kelautan dan perikanan. 

Selain itu, akan dilakukan pula penjajakan kerjasama investasi antara Indonesia dan negara-negara peserta. Hadir duta besar dan perwakilan industri dari Denmark, Norwegia, Inggris, Rusia, Australia, Ceko, Prancis, Jerman, Jepang, Swiss, Swedia, dan Amerika Serikat. 

Perwakilan industri tersebut bergerak di bidang pembuatan pesawatl kapal, mesin kapal, ice flake machine atau mesin pembuat es, dan peralatan mesin industri perikanan. 

"Kami membuka kesempatan bisnis untuk semua negara dan stakeholder yang ingin kerjasama. Apalagi kita akan masuk ke Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kami mengajak semua partisipan global di bisnis," jelas Susi. 

Di samping itu, kata dia, pihaknya pun melakukan serangkaian deregulasi aturan agar Indonesia lebih menarik dan ramah untuk bisnis. "Kami memberi win-win solution untuk semua bisnis dan agar bisa melakukan bisnis," imbuh dia. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×