: WIB    --   
indikator  I  

Swasta diminta bantu mengurai kemacetan Jakarta

Swasta diminta bantu mengurai kemacetan Jakarta

KONTAN.CO.ID - Kamar Daging dan Industri (Kadin) Indonesia nenilai, masalah laten angkutan jalan di Jabodetabek adalah lantaran belum diterbitkannya kebijakan angkutan umum di kawasan ini.

Saat ini, Rancangan Undang-undang Sistem Transportasi Nasional (RUU Sistranas) sudah masuk dalam Prolegnas di DPR dan tengah disusun. Salah satu isinya adalah pengembangan dan penataan angkutan umum perkotaan.

"Ini penting untuk segera dibicarakan untuk menjamin keberlangsungan usaha angkutan di jalan," ujar Wakil Ketua Umum Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto pada Rabu (13/9) dalam forum diskusi terkait kebijakan infrastruktur transportasi di Jabodetabek di Menara Kadin Indonesia, Jakarta. 

Selain itu, menurut Carmelita, kondisi kereta api Jabodetabek hingga kini juga belum optimal. Panjang rel KRL, LRT, dan MRT yang tengah dibangun belum mencukupi dan menjangkau pusat aktivitas. Begitu juga daya angkut setiap perjalanan pun hingga kini belum maksimal.

 

Peran swasta

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa, peran infrastruktur transportasi di Jabodetabek memerlukan peran swasta dalam proses pembangunan hingga peningkatan kualitas layanan. Pasalnya, keterlibatan swasta dalam infrastruktur hingga kini, menurut Erwin berdasarkan data Kompas, masih sedikit yakni 2%.

"Kalau di Filipina, keterlibatan swasta hingga 44% dan mereka bisa mengurai kemacetan dan transportasi umumnya. Kita masih sedikit sekali, wajar masih banyak yang belum teruraikan," ujar Erwin.

Ia berharap pemerintah dapat menjajaki peluang kerja sama dengan swasta dalam meningkatkan pelayanan infrastruktur transportasi di Jabodetabek.

Dalam acara ini, turut hadir Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihandono, Ketua Dewan Pakar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, Ketua Umum Organda Adrianto Djokosoetono, Ketua Umum Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, Ketua Umum Aprindo Roy N. Mandey, dan Senior Vice Pressident Operations Go-Jek Arno Tse.


Reporter Choirun Nisa
Editor Sanny Cicilia

BISNIS TRANSPORTASI

Feedback   ↑ x
Close [X]