kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Sri Mulyani: Belum ada diskusi kembali masuk OPEC


Kamis, 12 Oktober 2017 / 11:17 WIB
Sri Mulyani: Belum ada diskusi kembali masuk OPEC


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Indonesia memutuskan meninggalkan persekutuan negara penghasil minyak OPEC pada November 2016 lalu. Sampai saat ini, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, belum ada diskusi di internal Indonesia untuk kembali bergabung dengan grup tersebut. 

"Indonesia telah membuat keputusan ketika itu. Saya rasa, Indonesia saat ini akan lebih fokus bagaimana menggunakan sumber daya alam dengan lebih seimbang, baik itu minyak bumi maupun energi terbarukan," kata Sri Mulyani di Washinton DC Rabu waktu setempat (11/10) pada CNBC

Indonesia pada akhir 2016 enggan ikut kesepakatan negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memangkas produksi minyak demi menaikkan harga. Sri Mulyani pernah bersikeras, produksi minyak Indonesia harus sesuai dengan APBN 2017, demi kepentingan nasional. 

Kelompok penghasil minyak yang dipimpin Arab Saudi ini memangkas 1,8 juta barel per hari mulai Januari 2017, yang diperpanjang lagi sampai Maret 2018. Tujuan negara OPEC, kembali menggairahkan harga minyak yang sempat jatuh sampai level US$ 30 - US$ 40 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×