kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.340
  • LQ451.101,79   1,60   0.15%
  • SUN105,56 -0,84%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

RPP Perdagangan Perbatasan tak kunjung rilis

Senin, 01 Januari 2018 / 22:53 WIB

RPP Perdagangan Perbatasan tak kunjung rilis
JAKARTA,11/02-KENAIKAN HARGA GULA. Pekerja menaikan gula yang akan di kirim ke pulau Bangka di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (11/2). Kementerian Perdagangan mengatakan bahwa perkiraan akan terjadi surplus gula kristal putih (GKP) sekitar 1,36 juta ton pada tahun 2013. Hal ini terkait dengan pasokan gula di daerah-daerah, khususnya daerah yang di pedalaman dan perbatasan yang selama ini kekurangan pasokan dan berakibat pada kenaikan harga.KONTAN/Fransiskus Simbolon/11/02/2013

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ditargetkan terbit pada 2015, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Perdagangan Perbatasan nyatanya hingga saat ini belum kunjung dirilis.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan legalisasi beleid ini masih menunggu penetapan daftar barang yang bisa diperjualbelikan, serta penetapan besaran transaksi maksimal.

"Ada dua hal yaitu penetapan jumlah maksimal transaksi dan daftar barang yang bisa diperjualbelikan di perbatasan yang masih terus direvisi," kata Nurwan saat dihubungi KONTAN, Senin (1/1).

Sebelumnya, nilai transaksi yang dapat dilakukan masyarakat di perbatasan ditetapkan sebesar MYR 600 atau sekitar Rp 2 juta. Namun, menurut Nurwan nilai tersebut terlalu kecil.

"Akan ada perubahan soal besaran yang dinilai terlalu sedikit sebesar MYR 600. Ini hanya untuk kebutuhan kehidupan masyarakat perbatasan. Ini masih disusun" lanjutnya.

Selain soal nilai transaksi, Nurwan menambahkan pihaknya kini juga sedang mendaftar barang apa saja yang boleh maupun dilarang diperjualbelikan di perbatasan.

"Jadi kedua Indonesia dan Malaysia, keduanya mengusulkan daftar barang yang diperbolehkan atau dilarang. Misalnya kita tidak mau gula dari sana bisa masuk ke Indonesia," tambahnya.

Saat ini, kata Nurwan proses penetapan barang oleh Kemendag pun belum final. Namun beberapa usulan kedua negara telah mulai dibahas melalui perundingan perjanjian perdagangan perbatasan atau review border trade agreement (BTA).

Terakhir, Review BTA dilakukan pada November lalu. Di mana pembahasan utamanya adalah soal penetapan barang tadi. Kemendag menargetkan penetapan BTA ini bisa rampung pada 2018.


Reporter Anggar Septiadi
Editor : Yudho Winarto

LEGISLASI

Berita terbaru Nasional

TERBARU
MARKET
IHSG
9,63
6.500,53
0.15%
 
US/IDR
13.334
0,02
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy