kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pengamat: Peluang BI naikkan suku bunga di RDG hari ini hanya 50%

Kamis, 17 Mei 2018 / 09:58 WIB

Pengamat: Peluang BI naikkan suku bunga di RDG hari ini hanya 50%
ILUSTRASI. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa waktu lalu Bank Indonesia (BI) merilis pernyataan terkait kenaikan suku bunga dalam rapat kebijakan moneter yang digelar hari ini.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengakui bahwa depresiasi rupiah tidak lagi sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini. Selain itu, BI juga mengatakan memiliki ruang yang cukup besar untuk menyesuaikan suku bunga kebijakan (7 Day Reverse Repo Rate).

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Taye Shim menyebut, peluang BI naikkan suku bunga di rapat dewan gubernur (RDG) hari ini hanya 50%. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2018 berada di bawah ekspektasi.

“Kegiatan domestik dapat terhambat oleh pengetatan moneter. Kami berharap ini menjadi perdebatan kunci pada RDG bulan Mei,” ujar Taye dalam risetnya yang dikutip Kontan.co.id, Kamis (17/5).

Dia menyebut, selain dengan pertumbuhan melambat, BI juga cenderung terdesak waktu. Oleh karena itu, diperkirakan RDG kali ini akan menjadi pintu keluar yang tenang oleh Agus Martowardojo dan pintu masuk yang dramatis bagi Perry Warjiyo.

“Namun, kami melihat peluang yang sama dari bank sentral Indonesia menaikkan suku bunga pada RDG Juni (27-28 Juni),” ujar Taye.

Beda pandangan, Ekonom sekaligus Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani mengatakan, memang sudah saatnya suku bunga dinaikkan oleh BI. Ia menyebut, idealnya, suku bunga dinaikkan sebanyak 50 basis poin (bps).

“Karena kalau hanya 25 bps, kita sudah terlambat (menaikkan). Kalau 50 bps, paling tidak menahan untuk capital outflow. Paling tidak kita juga sudah lihat kira-kira kenaikan suku bunga The Fed,” kata Aviliani.

“Paling tidak, kalau dinaikkan sampai 50 bps itu sudah cukup bagus untuk menahan rupiah," imbuh Aviliani.

Menurut Aviliani, di sisi lainnya, untuk menambah cadangan devisa, perlu ada pertimbangan pinjaman bilateral. Hal ini untuk meredam kepanikan pihak-pihak yang memiliki utang luar negeri.

“Jadi, ini juga mungkin perlu diatur supaya orang tidak panik sehingga hanya butuh dollar AS sesuai kebutuhannya saja. Biar tidak saking takutnya borong duluan,” ucap Aviliani.


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus
Editor: Herlina Kartika

BI RATE

Komentar
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.4629

Close [X]
×