kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.779
  • SUN102,58 -0,03%
  • EMAS620.130 0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pengacara Koperasi Pandawa: Tuntutan terlalu berat

Kamis, 23 November 2017 / 15:42 WIB

Pengacara Koperasi Pandawa: Tuntutan terlalu berat

Terdakwa pemimpin Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group Salman Nuryanto (kanan) bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Senin (13/11). Sidang pembacaan tuntutan bagi pemimpin KSP Pandawa dan 26 "leader" tersebut ditunda karena seorang anggota Jaksa Penuntut Umum (JPU) berhalangan hadir serta berkas tuntutan yang belum lengkap. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pd/17

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kubu pendiri Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group menyayangkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 14 tahun penjara.

Kuasa hukum Nuryanto, M. Herdiyan Saksono Z mengatakan, tuntutan dari JPU terlalu lama. "Seharusnya, JPU mempelajari juga kondisi terkahir dari Koperasi Pandawa dan Nuryanto yang telah diputus pailit," ungkap Herdiyan kepada KONTAN, Kamis (23/11).

Baca Juga

Pasalnya, menurut Herdiyan dengan adanya status pailit membuat seluruh harta Nuryanto disita. "Seharusnya hal tersebut dipertimbangkan juga oleh KPU atas dasar kemanusiaan, setidaknya hukuman 10 tahun penjara juga sudah berat," tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menilai tuntutan JPU yang menyerahkan seluruh aset yang telah disita sebagai barang bukti kepada negara juga merupakan hal yang keliru. Sebab, JPU telah mengesampingkan putusan pailit, yangmana sudah ada kurator yang berhak mengeksekusi harta-harta dari Nuryanto.

Sekadar tahu saja, dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Depok itu JPU membacakan tuntutantl terhadap Nuryanto dan 26 leader Koperasi Pandawa.

"Menuntut terdakwa (Nuryanto) dengan hukuman 14 tahun pidana penjara dengan Rp 100 miliar subsidies bulan lantaran telah terbukti secara sah
melakukan penghimpunan dana secara ilegal dari masyarakat," ungkap JPU Dian Anjari, Kamis (23/11).

Sementara itu 26 leader Koperasi Pandawa lainnya dituntut 11 tahun penjara. Kendati begitu, Dian mengatakan, seluruh aset yang disita sebagai barang bukti dikembalikan oleh negara. Adapun nantinya, tuntutan dari JPU itu akan dijadikan dasar putusan bagi majelis hakim.


Reporter: Sinar Putri S.Utami
Editor: Sanny Cicilia

INVESTASI BODONG

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
07 May 2018 - 08 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×