NASIONAL
Berita
Penerapan teknologi pertanian hambat produksi padi

PRODUKTIVITAS PANGAN

Penerapan teknologi pertanian hambat produksi padi


Telah dibaca sebanyak 1531 kali
Penerapan teknologi pertanian hambat produksi padi

JAKARTA. Produksi padi terancam lantaran petani tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi yang disarankan pemerintah. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Undoro Kasih Anggoro mengatakan, ketidakmampuan petani melaksanakan teknologi itu lantaran keterbatasan modal.

Anggoro mencontohkan petani yang memperoleh bantuan program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu. Selama masa program, dia mengatakan, produktivitas pangan seperti padi, kedelai dan jagung lebih bagus.

Namun, ketika sudah tidak mendapatkan bantuan pemerintah, dia mengatakan, petani akan kembali ke cara lama. "Mereka tahu itu baik, mau melakukannya lagi apalagi dengan bantuan pemerintah. Tetapi kalau bantuannya kami kasih petani yang lain, dia akan bilang akan bercocok tanam sesuai dengan dompetnya," ujarnya, Selasa (29/11).

Walau demikian, pemerintah masih optimistis produksi pangan khususnya padi akan meningkat. Sebab, dia beralasan, ketersediaan pupuk dan benih cukup baik ditambah kondisi iklim yang memadai.

Anggota Komisi IV DPR Rofi’ Munawar mengatakan optimisme ini harus sejalan dengan realitas yang terjadi di lapangan. Sebab, dia menilai target produksi beras 2011 tidak optimal.

Salah satunya karena lahan sawah yang semakin sempit. Rofi’ mengatakan, luas sawah nasional yang hanya 8 juta hektare dan sulit bertambah.

Dia mencatat sepanjang tahun 1991 – 2008 laju konversi lahan sawah sebesar 365.459 hektare tetapi di kurun waktu yang sama penambahan luas sawah hanya sebesar 364.459 Ha. Sehingga hampir dua dekade telah terjadi defisit sawah sekitar 1.000 hektare.

Editor: Edy Can
Telah dibaca sebanyak 1531 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..