kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Modus penyerangan polisi di Jakarta mirip di Medan


Jumat, 30 Juni 2017 / 23:18 WIB
Modus penyerangan polisi di Jakarta mirip di Medan


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, modus penusukan dua anggota Polri di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mirip dengan penyerangan petugas jaga di Mapolda Sumatera Utara.

"Kalau kita lihat dari modusnya atau cara bertindaknya sama dengan yang di Medan," kata Setyo, di lokasi kejadian, Jumat (30/6).

Namun, Polri belum dapat memastikan apakah pelaku penusukan di masjid di dekat Mabes Polri itu punya terkait dengan pelaku penyerangan di Sumatera Utara.

"Kita akan dalami lagi," ujar Setyo singkat.

Seperti diberitakan, dua personel polisi atas nama AKP Dede Suhatmi anggota Resimen 1 Gegana dan Briptu M Syaiful Bakhtiar Resimen 3 Pelopor tiba-tiba diserang seorang pria tak dikenal.

Pelaku meneriakkan kata "thogut" sambil menyerang kedua polisi itu setelah sama-sama selesai menunaikan ibadah shalat isya di Masjid Falatehan.

Setelah menyerang, pelaku melarikan diri ke arah samping terminal Blok M. Anggota Brimob lain yang sedang bertugas, kemudian mengejar pelaku.

Petugas sempat meminta pelaku menyerah tetapi karena pelaku malah mengacungkan pisau, dia ditembak hingga tewas seketika.

Lokasi tempat pelaku ditembak hanya berjarak sekitar 100 meter dari masjid tempat dia melakukan penikaman. (Robertus Belarminus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×