kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.612
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS597.932 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Meski pailit, Multicon berusaha bangkit

Selasa, 25 Juli 2017 / 10:27 WIB

Meski pailit, Multicon berusaha bangkit
Berita Terkait

JAKARTA. Meski telah dalam proses pailit, tim kurator PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) memilih untuk  melanjutkan usaha perusahaan (going concern). Hal itu dilakukan untuk menjaga nilai aset perusahaan peti kemas itu.

Salah satu kurator PT MIT Permata N. Daulay mengatakan, kelanjutan usaha tersebut juga dipilih lantaran prospek perusahaan masih cukup baik. "Masih banyak kontrak kerja yang masih bisa dilakukan," ungkapnya keada KONTAN, akhir pekan lalu.

Maka dari itu, untu meyakinkan para konsumen, hakim pengawas telah menetapkan going concern pada 3 Juli 2017 lalu. Permata juga menyampaikan, kelanjutan usaha juga dimanfaatkan untuk menunggu pembahasan proposal perdamian kepada para kreditur.

Adapun proposal itu diajukan dua debitur yakni dari PT MIT Heindra Soenyoto dan Azmar Umar untuk melakukan pembayaran bukan dari eksekusi aset, melainkan adanya investor.

Berdasarkan kedua proposal yang diterima KONTAN, keduanya sama-sama menawarkan adanya investor potensial untuk melakukan pembayaran. Bahkan, pihak Azmar mengklaim telah melakukan pembicaraan dengan investor potensial terkait hal ini.

Selain itu pada pokoknya, kedua proposal masih ingin melanjutkan usaha perusahaan dengan menyewakan lahan-lahan depot peti kemas yang ada sebagai modal kelangsungan usaha. Kendati demikian, proposal dari Azmar dinilai lebih jelas.

Kuasa hukum, Singapura Asean China Investment Fund II L.P, UVM Venture Investments L.P, dan SACLP Investments F. Libarani Sandhi  bilang, dalam proposal Azmar telah menjabarkan jangka waktu di setiap kreidturnya. Seperti reditur separatis, Bank UOB Indonesia dan Bank QnB akan dicicil selama 10 tahun. Begitu juga dengan kreidtur konkuren yang juga akan dicicil dengan jangka waktu yang sama.

"Proposal dari Azmar lebih menguntungkan, namun demikian kami selaku kreditur masih menginginkn yang lebih baik," jelasnya. Pihaknya juga mendukung, jika ada investor yang menyuntikkan dana perusahaan.

"Karena apabila investor yang tertarik untuk melakukan akuisisi perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan pula bagi semua Krediturnya," tukasnya.

Sekadar tahu saja, MIT jatuh pailit 5 Mei 2017 lantaran terbukti telah lalai dalam menyelesaikan utang induk usahanya Multigroup Logistics Company kepada tiga perusahaan investasi Singapura Asean China Investment Fund II L.P, UVM Venture Investments L.P, dan SACLP Investments Limited.

Adapun MIT merupakan anak usaha Multigroup sekaligus penjamin perusahaan atas utang Multigoup. Total utang ketiganya itu mencapai US$ 50,32 juta atau setara Rp 684,35 miliar atas fasilitas kreditur yang digelontorkan pada 2013 silam.

Adapun dalam verifikasi sementara, utang keseluruhan MIT mencapai Rp 937,54 miliar. Adapun kreditur dengan pemegang jaminan (separatis) yakni Bank UOB Indonesia dan Bank QnB yang masing-masing tagihannya telah diverifikasi sebesar Rp 84,50 miliar dan Rp 36,33 miliar.


Reporter: Sinar Putri S.Utami
Editor: Yudho Winarto
Berita terbaru Nasional

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]