| : WIB | INDIKATOR |

Mentan klaim ada panen puncak, Mendag malah impor beras

Jumat, 12 Januari 2018 / 17:40 WIB

Mentan klaim ada panen puncak, Mendag malah impor beras
ILUSTRASI. Panen padi
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski awal tahun pemerintah membuka keran impor beras sebanyak 500.000 ton, namun Kementerian Pertanian mengklaim masih ada panen puncak awal pada Februari 2018. Maklum saja, pada Oktober hingga Desember 2017 masa panen padi ditinjau tak ada kegagalan.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyatakan impor beras khusus yang dilakukan Kementerian Perdagangan merupakan cadangan pangan selama enam hari. Karena menurut pria kelahiran Bone ini stok beras di Bulog hanya ada 900.000 ton sedangkan kebutuhan beras di Tanah Air sebesar 2,5 juta ton per bulan.

"Insya Allah kedepan baik-baik saja, karena Oktober hingga Desember musim tanam, Januari berarti ada panen. Febuari sudah masuk panen puncak mengikuti tahun 2017,"kata Amran saat menyambangi Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (12/1).

Amran mengakui, meski bulan depan ada panen puncak namun pihaknya berharap Bulog bisa menyerap produksi beras petani lokal dengan optimal. Lantaran dia bilang serapan badan usaha pelat merah itu di tahun 2017 hanya melakukan penyerapan 58%, padahal dirinya menargetkan produksi beras petani di Tanah Air 80%-90%.

Amran mengatakan kebijakan pangan di tahun ini akan terdorong dengan baik apabila Bulog bisa menyerap panen beras sesuai target yakni 3,7 ton.

"Kami minta Bulog, karena serapannya sangat rendah dari target kita 3,7 ton, itu kita akan perbaiki bersama ke depan. Tahun depan kalau bisa 90% (serapan) Insya Allah stok kita lebih baik," tutur dia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pihaknya telah melaporkan langkah impor beras kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Ia bilang beras impor yang akan masuk di bulan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 tahun 2018 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Beras.

"Saya laporkan beras yang diimpor masuk dalam kategori keperluan tingkat lain dengan tingkat kepecahan 5%,"ujar Enggar usai rapat koordinasi pangan di Kementerian Koordinator Perekonomian.

 


Reporter: Ramadhani Prihatini
Editor: Dessy Rosalina

BERAS

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0607 || diagnostic_web = 0.2285

Close [X]
×