kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Kubu Romi pecat sejumlah kader PPP kubu Djan


Sabtu, 24 Juni 2017 / 11:04 WIB
Kubu Romi pecat sejumlah kader PPP kubu Djan


Sumber: Antara | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz menyayangkan penerbitan surat keputusan pemecatan yang dikeluarkan kubu Romahurmuziy atau Romi terhadap beberapa kader.

"Semestinya kita menahan diri untuk menghormati bulan Ramadhan," kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP pimpinan Djan Faridz Sudarto di Jakarta, Jumat.

Sudarto mengatakan awalnya menerima tawaran islah yang disampaikan Romi yang akan memberikan jabatan dan kedudukan kepada kader PPP Muktamar Jakarta pimpinan Djan Faridz.

Hal itu usai PT TUN dan PK mengabulkan permohonan Romi disusulan ajakan islah namun kenyataannya Romi menerbitkan surat keputusan pemecatan kepada kader PPP Djan Faridz dan ancaman menduduki Kantor DPP PPP, ungkap Sudarto.

Sudarto menganggap surat keputusan pemecatan itu tidak memiliki kekuatan karena disampaikan berdasarkan "portal website" dan belum mengetahui amar putusan PT TUN dan PK.

"Karena salinan putusan pengadilan belum diserahkan kepada pihak yang berperkara," ujar Sudarto.

Sudarto mengajak kubu Romi untuk menahan "hasrat" politik saat bulan Ramadhan dan menghindari konflik.

Sudarto menegaskan DPP PPP Djan Faridz dalam kondisi solid dan mengkaji putusan PT TUN dan PK atas permohonan Romi.

"DPW dan DPC PPP juga tetap solid dan terus melaksanakan agenda konsolidasi," ungkap Sudarto.

Sudarto menekankan proses islah atau perdamaian harus berprinsip terhadap musyawarah untuk menyelesaikan persoalan dan tidak mengumbar intimidasi atau ancaman karena eksistensi PPP pada Pemilu 2019 lebih prioritas. (Taufik Ridwan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×