kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS612.058 -0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kemenkeu pelototi rapor merah BUMN setelah PMN

Kamis, 07 September 2017 / 18:41 WIB

Kemenkeu pelototi rapor merah BUMN setelah PMN
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - Pemerintah telah mengucurkan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga dalam dua tahun terakhir. Namun, ada beberapa yang malah merugi setelah mendapatkan PMN.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, sebanyak 26 BUMN memperoleh kenaikan laba bersih usai diberikan suntikan modal. Namun, ada sembilan BUMN dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang justru mengalami penurunan laba bersih setelah menerima PMN.

Adapun enam BUMN yang kerugiannya justru bertambah pada 2016 dan empat BUMN yang rugi bersihnya berkurang. Oleh karena itu, pihaknya akan memanggil dan melihat kinerja di dalam pengawasan PMN ini.

“Kami memeriksa semua neracanya. Tahun lalu argumennya pencairan ada pada akhir tahun, sehingga ini tidak berarti uangnya hilang. Kami minta Menteri BUMN untuk melakukan pengawasan, kami lakukan pengawasan juga oleh Wakil Menteri Keuangan,” kata dia di Gedung DPR RI, Kamis (7/9).

Sri Mulyani mencatat, BUMN yang mengalami kerugian ini sebagian besar berada pada sektor perkebunan, di antaranya adalah PT Dok Perkapalan Surabaya (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara X (Persero), PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), PT Perkebunan Nusantara VII (Persero), dan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero). 

Asal tahu saja, pada 2015 pemerintah mengalokasikan dana PMN sebesar Rp 64,8 triliun dan telah terealisasi penggunaannya sebesar Rp 47,8 triliun atau 75%. Namun, ada beberapa perusahaan BUMN yang penggunaan PMN 2015nya masih di bawah 50% atau tidak sesuai dengan business plan. Padahal, sebelum mengajukan PMN, perusahaan-perusahaan BUMN tersebut wajib menyampaikan rencana kerja dan penggunaan modal tersebut. 

Penyebabnya di antaranya keterlambatan perizinan dan pemilihan mitra strategis untuk pembangunan proyek, masih dalam proses tender pengadaan, dan keterlambatan proses pengadaan lahan.


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus
Editor: Dessy Rosalina

BUMN

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1586 || diagnostic_web = 2.0925

Close [X]
×