NASIONAL
Berita
Kejaksaan Gunakan Video Mesum Antasari dan Rani Sebagai Bukti

KASUS ANTASARI

Kejaksaan Gunakan Video Mesum Antasari dan Rani Sebagai Bukti


Telah dibaca sebanyak 1551 kali
Kejaksaan Gunakan Video Mesum Antasari dan Rani Sebagai Bukti

JAKARTA. Kejaksaan Agung, sebagai pihak yang melakukan penuntutan terhadap Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengaku bahwa pihaknya sudah menyiapkan berbagai barang bukti untuk memperkuat dakwaan yang dibacakan dalam persidangan kemarin. Sebelumnya, M Assegaf, salah satu kuasa hukum Antasari mengatakan bahwa keterangan saksi, Rani Yuliani tidak bisa dijadikan barang bukti karena hanya bersifat sepihak.

Menanggapi hal itu, Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kemal Sofyan mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai barang bukti untuk mementahkan tudingan kuasa hukum Antasari. "Ada lagi petunjuk lain, bukan cuma saksi Rani saja. Data sedang dikumpulkan, ada rekaman juga," tegas Kemal, Jumat (9/10). Kemal bilang, bukti-bukti rekaman itu berupa audio video."Iya ada. Macam-macamlah," tegasnya.

Terkait dakwaan yang bernada vulgar, Kemal mengatakan bahwa itu merupakan suatu rangkaian peristiwa. "Semacam mozaik. Jika cuma sepotong-sepotong tidak pas. Dan kita tidak akan tahu runutannya. Tapi jika disusun, maka tercipta suatu cerita," imbuhnya.

Kemal ogah berspekulasi apakah kamera pertemuan Antasari dan Rani merupakan jebakan atau direncanakan. Ia bilang, semua bukti yang menguatkan dakwaan bakal dihadirkan dalam persidangan mendatang. "Yang jelas itu kami terima dari kepolisian dalam keadaan begitu," tandasnya.

Sementara itu Cirus Sinaga, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum menegaskan, pertemuan Rani dengan Antasari bukan karangan belaka. "Karena itu fakta yang memulainya. Kami tidak mengarang," ujarnya.

Soal bahasa yang dianggap terlalu vulgar, ia bilang dakwaan Antasari sudah sangat disederhanakan. Lalu kenapa kenapa tidak diganti dengan bahasa asusila? "Asusila itu apa? Asusila itu ngapain? Asusila kan banyak penjelasannya," jawab Cirus.

Telah dibaca sebanyak 1551 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..