kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Jokowi: Menaikkan harga BBM keputusan yang sulit


Senin, 17 November 2014 / 22:08 WIB
ILUSTRASI. Kode Redeem Genshin Impact Juni 2023, Berikut Daftar yang Masih Aktif dan Reward


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa sangat sulit untuk mengambil keputusan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian, ia harus mengambil langkah tersebut karena negara membutuhkan anggaran yang lebih untuk membangun infrastruktur dan sistem pendidikan.

Ia menyadari, keputusannya menaikkan harga BBM bersubsidi akan mendapat tentangan dari banyak kalangan. "Saya akan menerima semua kritikan yang disampaikan kepada saya," ujar Jokowi, Senin (17/11) di Istana Merdeka Jakarta.

Sebelumnya pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM bersubsidi masing-masing sebesar Rp 2.000 per liter, baik untuk BBM jenis premium atau BBM jenis solar. Untuk mengurangi beban masyarakat, yang daya belinya terganggu akibat kenaikan harga BBM pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial mulai besok, Selasa (18/11).

Seperti diketahui, pemerintah telah meluncurkan program bantuan sosial melalui Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera. Dengan keberadaan “kartu-kartu sakti” tersebut, pemerintah berharap masyarakat bisa memulai usaha-usaha di sektor produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×