kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Jokowi: Menaikkan harga BBM keputusan yang sulit


Senin, 17 November 2014 / 22:08 WIB
Jokowi: Menaikkan harga BBM keputusan yang sulit
ILUSTRASI. Kode Redeem Genshin Impact Juni 2023, Berikut Daftar yang Masih Aktif dan Reward


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa sangat sulit untuk mengambil keputusan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian, ia harus mengambil langkah tersebut karena negara membutuhkan anggaran yang lebih untuk membangun infrastruktur dan sistem pendidikan.

Ia menyadari, keputusannya menaikkan harga BBM bersubsidi akan mendapat tentangan dari banyak kalangan. "Saya akan menerima semua kritikan yang disampaikan kepada saya," ujar Jokowi, Senin (17/11) di Istana Merdeka Jakarta.

Sebelumnya pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM bersubsidi masing-masing sebesar Rp 2.000 per liter, baik untuk BBM jenis premium atau BBM jenis solar. Untuk mengurangi beban masyarakat, yang daya belinya terganggu akibat kenaikan harga BBM pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial mulai besok, Selasa (18/11).

Seperti diketahui, pemerintah telah meluncurkan program bantuan sosial melalui Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera. Dengan keberadaan “kartu-kartu sakti” tersebut, pemerintah berharap masyarakat bisa memulai usaha-usaha di sektor produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×