kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jet Sukhoi milik TNI jelajah udara Australia


Jumat, 27 Juli 2012 / 16:14 WIB
ILUSTRASI. Pada Selasa (29/6/2021) lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta sejumlah dukungan kepada pemerintah pusat.


Reporter: Zaskia Paramitha, The Telegraph | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Hubungan militer Indonesia dengan Australia rupanya semakin mesra saja. Kemarin Kamis (26/7), pesawat tempur Sukhoi-30 milik TNI Angkatan Udara Indonesia tiba di arena latihan tempur, Exercise Pitch Black 2012 di Australia.

Selain Indonesia, latihan militer tersebut juga diikuti pesawat militer Australia, Amerika Serikat (AS), Selandia Baru, Singapura, dan Thailand. Latihan tersebut akan berlangsung di Darwin dan Tindal kawasan Utara Australia.

Indonesia akan mengoperasikan sembilan pesawat buatan Rusia yang diakui ahli senjata sebagai pesawat militer yang paling diandalkan di dunia, selain pesawat bikinan Amerika Serikat F-22 Raptor.

Pesawat tempur Sukhoi-30 dapat terbang lebih tinggi, lebih cepat, lebih jauh, dan dengan manuvernya lebih baik dibandingkan pesawat tempur lain di wilayah Asia Tenggara.

Selain itu, terdapat pesawat RAAF Super Hornets dan Wedgetail yang ikut berpartisipasi di latihan perang Pitch Black tersebut. Selain itu, Singapura juga akan mengirim beberapa pesawat F-15 SG.

Dikabarkan, militer dari Australia dan Amerika Serikat (AS) akan terus memantau performa Sukhoi-30 tersebut. Saat ini, Militer Australia baru saja melakukan kampanye untuk memperkuat kembali hubungan militer Indonesia –Asutralia setelah krisis Timor-Timor tahun 1999 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×