kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Jelang bulan puasa, Kemtan beri rekomendasi impor daging sapi 22.000 ton


Minggu, 25 Maret 2018 / 14:33 WIB
Jelang bulan puasa, Kemtan beri rekomendasi impor daging sapi 22.000 ton
ILUSTRASI. Ilustrasi daging sapi impor


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) sudah memberikan rekomendasi impor daging sapi sebanyak 22.221 ton bagi para importir. Daging impor ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan daging saat puasa dan lebaran.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kemtan I Ketut Diarmita mengatakan, rekomendasi impor tersebut diberikan mulai dari Maret hingga Mei. Dimana dari 22.221 ton kuota yang ada, impor daging sapi sebanyak 20.957 ton dan jeroan sebanyak 1.264 ton.

Rencananya, realisasi daging dan jeroan pada Maret sebanyak 6.302 ton, pada April sebnyak 7.792 ton, dan Mei sebanyak 8.127 ton.

Menurut Ketut, Kemtan pun menerbitkan rekomendasi impor bagi importir yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Menurutnya, jumlah rekomendasi yang diberikan tersebut telah diterbitkan izinnya oleh Kementerian Perdagangan (Kemdag) dan sesuai laporan importir yang akan direalisasikan impornya pada periode April hingga Juni.

"Sekarang tinggal tunggu realisasi izin Kemdag," ujar I Ketut Diarmita kepada Kontan.co.id, Minggu (25/3).

Menurut Ketut, daging tersebut akan diimpor dari Australia, Selandia Baru, Meksiko, Spanyol, dan Brazil. Sementara, Ketut juga menerangkan terkait impor daging kerbau dan sapi. Menurutnya impor daging sapi dilakukan bukan karena daging kerbau tidak cukup memenuhi kebutuhan. Namun, hal ini berhubungan juga dengan harga daging.

"Bukan masalah cukup atau tidak, kita ingin dapat harga yang lebih murah dengan banyak pilihan yang paling murah, dengan kualitas yang bagus," tandas Ketut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×