: WIB    --   
indikator  I  

India jadi tujuan ekspor terbesar ke-3 Indonesia

India jadi tujuan ekspor terbesar ke-3 Indonesia

JAKARTA. Melesatnya perekonomian India membawa berkah bagi perdagangan Indonesia. Ekspor Indonesia ke India terus meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan pada April 2017 India telah menggeser Jepang sebagai negara tujuan ekspor terbesar ketiga.

Jika 10 tahun yang lalu, India bukan negara tujuan utama pasar ekspor Indonesia, kini posisinya semakin penting. Setidaknya sejak tahun 2010 hingga saat ini, India selalu masuk jajaran 10 besar tujuan ekspor.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia ke India pada tahun 2006 hanya US$ 3,57 miliar atau 3,44% dari total ekspor. Tahun 2016, nilai ekspor naik pesat menjadi US$ 10,08 miliar dan memiliki andil 6,98% dari total nilai ekspor Tanah Air.

Pada Januari-April 2017, ekspor non migas ke India sudah US$ 4,60 miliar dan berperan 9,64% terhadap seluruh ekspor non migas. Data ini juga berhasil menggeser Jepang yang selama ini berada di tiga besar. Ekspor non migas ke Jepang hanya US$ 4,43 miliar, dengan porsi 9,05% dari ekspor non migas.

Terus melesatnya ekspor ke India tak lepas dari perkembangan perekonomian negeri Bollywood itu. Pertumbuhan ekonomi India pasca tahun 2000 melaju kencang. Puncak pertumbuhan tertinggi terjadi tahun 2010 sebesar 9,35%, hanya kalah dari China 10,63%.

Dengan pertumbuhan itu, nilai produk domestik bruto (PDB) India melonjak menjadi US$ 1.657 triliun. PDB India tahun 2015 sudah mencapai US$ 2.089 triliun.

Kepala Sub Direktorat Statistik Ekspor BPS Mila Hertinmalyana mengatakan, masuknya India ke posisi tiga besar dipengaruhi oleh peningkatan ekspor bijih, kerak, dan abu logam sebesar 389,33% untuk Januari-April year on year (YoY). Sedangkan eskpor CPO tumbuh 63,7% YoY, dan batubara 53,07% YoY.

Pada periode tersebut komoditas terbesar ekspor ke India, yaitu batubara US$ 1,68 miliar, CPO US$ 1,65 miliar, dan bijih, kerak, dan abu logam US$ 260 juta. Menurutnya, India merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar. "Prospek ekspor ke India cukup bagus, bisa mengalahkan Jepang. Namun masih sulit mengalahkan Amerika dan China kecuali mereka benar-benar menerapkan kebijakan impornya," kata Mila ke KONTAN, Selasa (16/5).

Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandi mengatakan, India bisa menjadi negara tujuan utama yang baru untuk ekspor Indonesia. "Tingginya pertumbuhan ekonomi India menyebabkan kebutuhan impor terutama untuk bahan baku produksi dan energi terus meningkat," kata Eric.

Eric menyebut, ke depan India juga masih berpotensi berada dalam lingkaran tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia. Sebab, ekonomi Jepang diperkirakannya tumbuh lambat.

Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno menilai, prospek ekspor ke India bakal cerah pada periode mendatang dan terus bisa berada di tiga besar. Beberapa komoditas untuk diekspor ke India diantaranya, CPO, batubara, karet, pinang, gambir, dan kertas. "Volume kebutuhan India sangat besar dibanding Jepang dan pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dibandingkan dengan Jepang," katanya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono menambahkan, India memang jadi pasar ekspor CPO terbesar RI. Tahun lalu, ekspor CPO ke India mencapai 5,7 juta ton, Eropa 4,3 juta ton, China 3,25 juta ton, Pakistan 2,1 juta ton, dan Bangladesh hampir 1 juta ton.

Namun ekspor CPO ke India dan Pakistan perlu diperhatikan. Sebab, India selalu membanding-bandingkan impor sawit dengan minyak nabati lainnya. Saat ini, komposisi impor minyak nabati India terdiri 85% sawit dan 15% nonsawit. India berencana mengurangi minyak nabati dari sawit menjadi 70% dan 30% nonsawit. Ini pekerjaan rumah Pemerintah Indonesia agar memperkuat hubungan perdagangan dengan India.


Reporter Adinda Ade Mustami
Editor Barratut Taqiyyah Rafie

MAKROEKONOMI

Feedback   ↑ x
Close [X]