kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Impian Ahok jadikan Jakarta pusat kuliner terbaik


Minggu, 16 September 2012 / 10:44 WIB
ILUSTRASI. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. ANTARA FOTO/Jojon


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau yang akrab disapa Ahok, memiliki program tersendiri untuk menata kota Jakarta menjadi pusat kuliner terbaik se-Indonesia. Bersama pendampingnya, Joko Widodo, calon wakil gubernur nomor urut tiga tersebut berencana akan mengembangkan bisnis kuliner yang terpadu dengan tempat tinggal warga.

"Jakarta masih kekurangan 1.500 pasar. Ibaratnya Malaysia, 1 juta penduduk dilayani 153 pasar. Kita, 10 juta penduduk pasarnya cuma 50. Jadi kita harus dirikan apa yang namanya apartemen sederhana terpadu," tegasnya kepada Kompas.com, Sabtu (15/9).

Sambil menyelam minum air, menurut Ahok, pembangunan apartemen sederhana terpadu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak hanya mengembangkan kuliner saja, namun mampu mengurai benang kusut berbagai permasalahan lainnya, antara lain, PKL (Pedagang Kaki Lima), kepadatan penduduk, pengadaan transportasi masal dan sebagainya.

"Jadi dua lantai harusnya pasar, atasnya ruang serbaguna, ada puskesmas dan sebagainya. di atasnya lagi baru rumah susun sewa bersubsidi. Kita harus beli banyak tempat supaya banyak tempat kuliner seperti ini," lanjutnya.

Untuk memudahkan akses keluar-masuk, apartemen tersebut juga dilengkapi fasilitas tempat parkir luas serta ketersediaan akan moda trasnportasi publik, seperti Transjakarta. Di satu sisi, warga bisa mengakses tempat kuliner dengan mudah, di sisi lain warga juga tak perlu menggunakan mobil pribadi karena sudah ada transportasi massal di dekat lingkungan.

Dari sisi kesiapan modal, Pemprov DKI Jakarta memiliki APBD yang besar. Ahok mencontohkan, untuk pengembangan kuliner saja, sedikitnya hanya perlu mengeluarkan modal Rp 1 Triliun. "Satu orang dikasih Rp 5 juta pinjaman, Kita bisa bayar 200 ribu orang untuk modal ini. Tahun depan bertambah bisa 1,2 juta orang, jadi cepat sekali," lanjutnya.

Menurutnya, kelemahan Pemprov DKI saat ini adalah terlalu mempercayakan sektor-sektor usaha yang mampu memberikan keuntungan kepada pihak swasta. Padahal, Pemprov sangat memungkinkan untuk mengelola sendiri sektor usaha tersebut. Untuk itu ia berjanji, jika bersama Jokowi, keduanya terpilih, akan membangun Jakarta yang lebih baru. (Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×