: WIB    --   
indikator  I  

Aserra Capital akan masuk Petroselat

Aserra Capital akan masuk Petroselat

KONTAN.CO.ID - Anak usaha PT Sugih Energy Tbk (SUGI), yaitu Petroselat Ltd (dalam pailit), mengklaim sudah memiliki calon investor untuk membayar utang-utangnya ke kreditur. Menurut Direktur Keuangan SUGI Rahman Akil, calon investor tersebut adalah perusahaan investasi lokal bernama PT Aserra Capital.

"Mereka (Aserra Capital) sudah memberikan surat ketertarikan dan sampai saat ini masih berlangsung komunikasi," katanya dalam rapat kreditur, Rabu (6/9).

Rahman hadir mewakili SUGI selaku prinsipal dari induk usaha Petroselat. Menurutnya, saat ini Aserra Capital tengah melakukan uji tuntas (due diligence).

Oleh karena itu, pihaknya meminta perpanjangan waktu untuk membahas isi proposal perdamaian selama 30 hari. "Nanti bisa kami lihat hasil due diligence seperti apa," katanya. Dalam masa due diligence itu pula bisa ditentukan bagaimana skema penyelesaian kepada para kreditur.

Namun menurut para kreditur waktu 30 hari terlalu lama. "Karena menurut kami dua pekan sudah cukup untuk due diligence," tutur Hendra Setiawan Boen, kuasa hukum kreditur Petroselat, yaitu PT Sentosa Negara Mulia Shipping dan PT OSCT Indonesia.

Hendra menyatakan, kliennya dan kreditur lain memberikan waktu paling tidak dua pekan ke depan bagi Petroselat dan calon investor untuk berdiskusi. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pemungutan suara terhadap proposal perdamaian. Jika proposal perdamaian ditolak, maka Petroselat akan berstatus insolvensi sehingga seluruh aset-asetnya akan berpindah ke tangan kurator.

Dalam situsnya, PT Aserra Capital adalah perusahaan investasi yang beralamat di Menara Sudirman Lantai 17 Unit A Jalan Jend Sudirman Kav 60 Jakarta. Perusahaan ini diketahui menjadi pemegang saham pengendali PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

Aserra Capital juga menjadi pemegang saham minoritas sejumlah perusahaan tambang batubara di Kalimantan dan proyek properti di Jakarta dan Bali. Namun, KONTAN belum berhasil mengonfirmasi Aserra Capital perihal penyelamatan Petroselat ini.

Dengan investor baru ini, diharapkan penolakan proposal perdamaian tidak akan terjadi lagi. Proposal damai pertama ditolak karena kreditur tak setuju tawaran Petroselat melunasi utang dengan masa cicilan 22-48 bulan. Utang Petroselat tercatat Rp 116,89 miliar kepada 45 kreditur konkuren dan Rp 1,29 miliar kepada karyawan.


Reporter Sinar Putri S.Utami
Editor Barratut Taqiyyah Rafie

PAILIT

Feedback   ↑ x
Close [X]