kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Yayasan RS Sumber Waras digugat ke pengadilan


Kamis, 14 Juli 2016 / 14:43 WIB
Yayasan RS Sumber Waras digugat ke pengadilan


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN) atau Sin Ming Hui menggugat Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) terkait pengalihan tanah RS Sumber Waras kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Kami tuntut pengembalian tanah itu, hak milik dan hak guna bangunan yang dijual oleh Sumber Waras," ujar Ketua Umum PSCN, I Wayan Suparmin, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (14/7).

Dalam gugatan yang diajukan di PN Jakarta Barat, PSCN menggugat agar pengalihan tanah dari YKSW kepada Pemprov DKI itu dibatalkan. Mereka menutut

"Jadi yang kami ajukan adalah tuntutan pembatalan dari perjanjian pelepasan hak atas tanah itu," kata Kuasa Hukum PSCN, Amor Tampubolon.

Menurut Amor, YKSW tidak berhak mengalihkan tanah itu karena pendirian YKSW dinilai cacat hukum. Sebab, kata dia, yayasan yang didirikan oleh Sin Ming Hui untuk mengurus RS Sumber Waras adalah Yayasan Kesehatan Candra Naya, bukan Yayasan Kesehatan Sumber Waras.

Oleh karena itu, lanjut Amor, perubahan yayasan yang mengurus RS Sumber Waras menjadi YKSW tidak sah.

"Menurut kami, YKSW tidak punya legal standing karena dari semula tanah itu adalah tanahnya Sin Ming Hui," ucap Amor.

Dalam gugatan pembatalan pengalihan tanah tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga menjadi turut tergugat karena Pemprov DKI-lah membeli lahan tersebut.

Jika gugatan mereka dikabulkan, PSCN meminta Pemprov DKI mematuhi putusan dalam persidangan.

Hari ini, sidang perdana gugatan PSCN terhadap YKSW akan digelar di PN Jakarta Barat. Namun, hingga pukul 10.20, persidangan belum dimulai. (Nursita Sari)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×