kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Warga tolak konstruksi MRT layang


Selasa, 06 November 2012 / 06:32 WIB
ILUSTRASI. (Dok/Lemonilo) Ayam Rica Daun Kemangi adalah sajian pedas yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Warga di sekitar Jalan Lebakbulus sampai Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, menolak proyek mass rapid transit (MRT) bila dibangun secara elevated  atau layang karena bisa melumpuhkan 16.000 unit usaha di kawasan itu.

Warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT berencana akan menggugat Pemerintah Provinsi DKI dan PT MRT Jakarta bila membangun MRT dengan konstruksi layang di wilayah mereka.

Sigit Buntoro, anggota Masyarakat Peduli MRT mengatakan, kawasan Fatmawati-Panglima Polim adalah sentra ekonomi yang berpotensi rusak akibat proyek itu. "Kami menolak pembangunan MRT layang, tapi kami mendukung 100% MRT subway di bawah tanah," ujar Sigit, kemarin.

Rachmadi, Direktur Operasional PT MRT Jakarta menjelaskan, proyek MRT tidak akan merugikan perekonomian masyarakat karena sudah  lewat tahap  studi kelayakan terlebih dahulu. Akses jalan juga diperlebar sehingga kehadiran MRT tidak akan menimbulkan kemacetan. "Jalan Fatmawati diperlebar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×