kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Warga tolak konstruksi MRT layang


Selasa, 06 November 2012 / 06:32 WIB
ILUSTRASI. (Dok/Lemonilo) Ayam Rica Daun Kemangi adalah sajian pedas yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Warga di sekitar Jalan Lebakbulus sampai Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, menolak proyek mass rapid transit (MRT) bila dibangun secara elevated  atau layang karena bisa melumpuhkan 16.000 unit usaha di kawasan itu.

Warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT berencana akan menggugat Pemerintah Provinsi DKI dan PT MRT Jakarta bila membangun MRT dengan konstruksi layang di wilayah mereka.

Sigit Buntoro, anggota Masyarakat Peduli MRT mengatakan, kawasan Fatmawati-Panglima Polim adalah sentra ekonomi yang berpotensi rusak akibat proyek itu. "Kami menolak pembangunan MRT layang, tapi kami mendukung 100% MRT subway di bawah tanah," ujar Sigit, kemarin.

Rachmadi, Direktur Operasional PT MRT Jakarta menjelaskan, proyek MRT tidak akan merugikan perekonomian masyarakat karena sudah  lewat tahap  studi kelayakan terlebih dahulu. Akses jalan juga diperlebar sehingga kehadiran MRT tidak akan menimbulkan kemacetan. "Jalan Fatmawati diperlebar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×