kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Warga tolak konstruksi MRT layang


Selasa, 06 November 2012 / 06:32 WIB
Warga tolak konstruksi MRT layang
ILUSTRASI. (Dok/Lemonilo) Ayam Rica Daun Kemangi adalah sajian pedas yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Warga di sekitar Jalan Lebakbulus sampai Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, menolak proyek mass rapid transit (MRT) bila dibangun secara elevated  atau layang karena bisa melumpuhkan 16.000 unit usaha di kawasan itu.

Warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli MRT berencana akan menggugat Pemerintah Provinsi DKI dan PT MRT Jakarta bila membangun MRT dengan konstruksi layang di wilayah mereka.

Sigit Buntoro, anggota Masyarakat Peduli MRT mengatakan, kawasan Fatmawati-Panglima Polim adalah sentra ekonomi yang berpotensi rusak akibat proyek itu. "Kami menolak pembangunan MRT layang, tapi kami mendukung 100% MRT subway di bawah tanah," ujar Sigit, kemarin.

Rachmadi, Direktur Operasional PT MRT Jakarta menjelaskan, proyek MRT tidak akan merugikan perekonomian masyarakat karena sudah  lewat tahap  studi kelayakan terlebih dahulu. Akses jalan juga diperlebar sehingga kehadiran MRT tidak akan menimbulkan kemacetan. "Jalan Fatmawati diperlebar," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×