kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Warga NTT di DIY minta perlindungan keamanan


Rabu, 27 Maret 2013 / 01:54 WIB
Warga NTT di DIY minta perlindungan keamanan
ILUSTRASI. Kompak hijau, harga saham BBCA & BBRI pada perdagangan bursa Jumat (29/10). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/18.


Reporter: Amal Ihsan Hadian | Editor: Amal Ihsan

YOGYAKARTA. Sebanyak 10 tokoh masyarakat dan 20 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) di Yogyakarta, Selasa (26/3/2013), datang ke Mapolda DIY untuk meminta jaminan keamanan pasca-penyerangan Lapas kelas IIB Cebongan, Sleman, yang menewaskan empat tersangka penganiayaan asal NTT.

Mereka langsung ditemui Kapolda DIY, Brigjen Pol Sabar Raharjo, di lantai tiga Mapolda sekitar pukul 13.00 Wib. Pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu selesai sekitar pukul 14.15 Wib.

Salah satu tokoh warga Nusa Tenggara Timur (NTT) di Yogyakarta, John S Keban, mengatakan Polda, Korem, Kodim menjamin keselamatan warga NTT pasca-penyerangan Lapas Cebongan.

"Kita tadi sudah bertemu dan pihak berwajib menjamin keamanan warga NTT yang tinggal di Yogyakarta," terangnya.

John menjelaskan saat ini terdapat sekitar 12.000 mahasiswa dari total 37.000 warga Nusa Tenggara Timur yang tinggal di Yogyakarta.

Ia meminta agar para mahasiswa menjalani kegiatan seperti biasa. Sebab, keamanaan mereka sudah dijamin pihak yang berwajib.

"Sudah ada jaminan keamanan jadi jangan takut.silahkan kembali beraktivitas dan kuliah seperti hari-hari biasanya," kata John.

Ia berharap, kejadian kerusuhan dan penembakan yang terjadi di lapas Cebongan tidak terjadi lagi. Lebih lanjut John menegaskan warga NTT tidak menyimpan rasa dendam terkait peristiwa Cebongan.

"Warga kami bukan preman. kami sangat menjunjung tinggi intelektual dan persaudaraan. Meski demikian kita juga akan tetap melakukan instropeksi diri untuk kedepanya," pungkas John.

Kompas.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×