kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Wapres tetapkan empat sasaran reformasi birokrasi


Senin, 22 November 2010 / 13:35 WIB
Wapres tetapkan empat sasaran reformasi birokrasi
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani bersama Dirjen Anggaran Askolani memberikan keterangan mengenai RUU PNBP


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Wakil Presiden (Wapres) Boediono menegaskan program reformasi birokrasi merupakan program unggulan pemerintah. Ada empat sasaran utama dalam program reformasi birokrasi itu.

Pertama, layanan publik di seluruh instansi. "Pelayanan publik, muara dari berbagai langkah yang kami lakukan," ujar Boediono dalam pembekalan program pendidikan reguler angkatan XLV di Istana Wapres, Senin (22/11).

Kedua, menghilangkan penyalahgunaan wewenang publik atau korupsi. "Menyalahgunakan kewenangan publik yang diamanahkan kepada pejabat ada korupsi," ujar Boediono.

Ketiga, menciptakan koordinasi antar instansi sehingga kualitas kebijakan yang diambil hasilnya lebih baik. Keempat, melakukan efisiensi.

Boediono menjelaskan, empat sasaran ini saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. "Keempat hal inilah menjadi catur tunggal yang saling terkait," kata mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Menurutnya, sangat mudah mendefinisikan empat sasaran itu cuma sulit menjabarkannya menjadi sebuah aksi yang jelas. Sebab, dia menilai birokrasi adalah organisasi yang kompleks dan berkaitan dengan kepentingan ekonomi, sosial, politik. "Birokrasi tempat dimana pertemuan atau perpotongan berbagai bidang atau kepentingan ekonomi, sosial, politk," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×