kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.113   83,00   0,46%
  • IDX 5.886   12,32   0,21%
  • KOMPAS100 765   1,79   0,23%
  • LQ45 583   0,61   0,10%
  • ISSI 203   0,65   0,32%
  • IDX30 330   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 408   -2,34   -0,57%
  • IDX80 87   0,32   0,37%
  • IDXV30 111   -0,29   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,57   -0,53%

Tim independen akan awasi reformasi birokrasi


Rabu, 03 November 2010 / 18:27 WIB
ILUSTRASI. Marshall Utoyo, Co-Founder & Chief Design Officer Fabelio


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pemerintah akan membentuk tim independen untuk mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi. Tim ini mendukung komite pengarah reformasi birokrasi yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) Boediono dan tim nasional reformasi birokrasi yang dipimpin Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, EE Mangindaan.

Wapres Boediono mengatakan, tim independen itu berasal dari unsur pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. "Tim akan memberikan pandangan atau evaluasi kepada komite pengarah, ini sangat penting kita bentuk," ujar Boediono usai sidang kabinet di Istana Wapres, Rabu (3/11),.

Menurut Mangindaan, ketua tim independen itu adalah Erry Riyana Hardjapamengkas. Anggotanya antara lain akademisi Universitas Indonesia Imam Prasodjo, akademisi UGM Sofyan Effendi. Dan juga Mas Achmad Daniri.

Selain tim independen, dibentuk juga tim quality assurance. Tim itu bertugas mengevaluasi kualitas reformasi birokrasi di setiap Kementerian/Lembaga. Menurut Mangindaan, ketua tim quality assurance itu adalah Ketua Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Mardiasmo.

Mangindaan menambahkan ada delapan sasaran reformasi birokrasi yang mesti dilakukan setiap Kementerian maupun Lembaga. Delapan sasaran itu adalah, restrukturisasi organisasi, tata laksana instansi, harmonisasi dan perbaikan peraturan perundang-undangan. manajemen sumber daya manusia termasuk masalah perekrutan, pengawasan, akuntabilitas, serta pelayanan publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×