kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Wapres: Jaga Nilai Rupiah Bukan Hanya Tugas BI


Selasa, 20 Juli 2010 / 18:44 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Djumyati P.

BANDUNG. Menjaga nilai mata uang rupiah memang menjadi gawean Bank Indonesia (BI), tetapi semua instansi perlu menjalankan tugas ini. Hal ini dikemukakan oleh Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya peluncuran mata uang pecahan Rp 10.000 dan Rp 1.000.

Dia mengatakan kalau sesuai Undang-Undang BI memang mempunyai tugas untuk menjaga kestabilan mata uang rupiah. "Tapi kalau seluruh dibebankan hanya pada BI itu tidak fair," ujar Boediono, Selasa (20/7). Mantan Gubernur BI ini mengatakan kalau setiap lembaga dan instansi di pusat dan daerah perlu untuk ikut turun tangan dalam tugas ini. "Ini menjadi tugas bersama," ujarnya.

Boediono mengingatkan agar menjaga kestabilan nilai mata uang rupiah ini berkaitan dengan inflasi. Kalau nilai mata uang bisa turun maka inflasi bisa meningkat. Terutama bagi kalangan bisnis menginginkan agar nilai mata uang bisa stabil. Begitu juga dengan masyarakat yang berpenghasilan tetap juga akan menerima dampak kalau nilai rupiah bisa stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×