kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Wapres: Jaga Nilai Rupiah Bukan Hanya Tugas BI


Selasa, 20 Juli 2010 / 18:44 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Djumyati P.

BANDUNG. Menjaga nilai mata uang rupiah memang menjadi gawean Bank Indonesia (BI), tetapi semua instansi perlu menjalankan tugas ini. Hal ini dikemukakan oleh Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya peluncuran mata uang pecahan Rp 10.000 dan Rp 1.000.

Dia mengatakan kalau sesuai Undang-Undang BI memang mempunyai tugas untuk menjaga kestabilan mata uang rupiah. "Tapi kalau seluruh dibebankan hanya pada BI itu tidak fair," ujar Boediono, Selasa (20/7). Mantan Gubernur BI ini mengatakan kalau setiap lembaga dan instansi di pusat dan daerah perlu untuk ikut turun tangan dalam tugas ini. "Ini menjadi tugas bersama," ujarnya.

Boediono mengingatkan agar menjaga kestabilan nilai mata uang rupiah ini berkaitan dengan inflasi. Kalau nilai mata uang bisa turun maka inflasi bisa meningkat. Terutama bagi kalangan bisnis menginginkan agar nilai mata uang bisa stabil. Begitu juga dengan masyarakat yang berpenghasilan tetap juga akan menerima dampak kalau nilai rupiah bisa stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×