kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Utang luar negeri swasta bertambah 6,8% di akhir Januari 2018


Kamis, 15 Maret 2018 / 20:56 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah dan dollar AS


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Utang Luar Negeri (ULN) sektor swasta tumbuh 6,8% atau sebesar US$ 174,2 miliar per Januari 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 172,3 miliar.

Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Tutuk S Cahyono mengatakan, berdasarkan data BI dominasi ULN swasta berasal dari jangka panjang dengan nilai sebesar US$ 127,3 miliar sementara US$ 46,9 miliar merupakan ULN jangka pendek.

"Kami melihat memang dari data yang ada, bahwa utang itu sebagian ada yang refinancing tetapi tidak semua refinancing dan ada juga perusahaan yang menambah utangnya. Untuk sektor yang meningkat misanya sektor keuangan," Katanya di Gedung BI, Kamis (15/3).

Dari Komposisi ULN swasta, yang meningkat cukup segnifikan adalah loan agreement yang meningkat 1,1%, di ikuti oleh C&Ds; posisi ULN dari perusahaan non-afiliasi sebagai kreditur terbesar meningkat 0,3% di bandingkan bulan sebelumnya. pinjaman dari afiliasi meningkat 1,6% MoM.

“Perusahaan non afiliasi punya pangsa pasar sebesar 65,9% dari total ULN swasta. Sementara pinjaman dari afiliasi memiliki pangsa pasar 34,1% ," jelasnya.

menrut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada Januari 2018 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengelolaan, pertambangan serta pengadaan listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,2%.

"Industri pengolahan dipakai untuk industri manufaktur Indonesia, pertambangan, pengadaan listrik, gas dan air bersih. Ini empat sektor ini yang memakan porsi paling besar dari seluruh sektor," tandas Tutuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×