Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring bertambahnya usia, tantangan kesehatan orang dewasa tidak lagi sekadar soal sakit dan sembuh. Tapi juga menyangkut keberlanjutan kualitas hidup.
Penurunan daya tahan tubuh yang terjadi secara alami pada usia dewasa membuat kelompok ini lebih rentan terhadap berbagai penyakit infeksi. Termasuk yang kerap luput dari perhatian seperti herpes zoster atau cacar api.
Risiko ini semakin besar bagi individu dengan penyakit penyerta. Jika tidak diantisipasi sejak dini dapat berdampak pada aktivitas, produktivitas, hingga relasi sosial.
Penurunan imunitas terkait usia atau age-related immunity decline menyebabkan orang dewasa, terutama lansia, lebih rentan terhadap reaktivasi virus varicella zoster, virus yang sama yang menyebabkan cacar air.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Siloam Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow menyebutkan, cacar api kerap datang dengan dampak yang jauh lebih serius dibanding yang dibayangkan banyak orang.
"Kami menangani cukup banyak pasien cacar air dan komplikasi yang paling sering kami temui adalah nyeri pascaherpes (NPH). Berdasarkan cerita para penyintas, nyeri ini bisa sangat luar biasa dan berdampak besar pada kualitas hidup,” ujarnya, akhir pekan lalu.
Nyeri berkepanjangan tersebut tidak hanya mengganggu secara fisik, tetapi juga mempengaruhi aspek kehidupan lain. Dia memaparkan, beberapa pasien menyampaikan nyeri ini menyebabkan produktivitas kerja menurun, kualitas tidur terganggu, waktu bersama keluarga berkurang, bahkan kesulitan menikmati aktivitas sehari-hari. Maka, pencegahan itu penting sebelum dampak penyakit muncul.
Baca Juga: Jemaah Haji 2026 Wajib Tahu: Cuaca Ekstrem 50°C Mengancam Kesehatan
Public figure, Maia Estianty menekankan bahwa menjaga kesehatan di usia dewasa bukan semata-mata demi menghindari sakit, tetapi agar tetap dapat menjalani berbagai peran secara optimal.
“Sebagai pekerja seni, ibu, dan istri, saya masih ingin terus berkarya dan menikmati waktu bersama keluarga. Karena itu, kesehatan harus dijaga agar momentum penting tidak terlewatkan,” ujarnya.
Dari sisi kebijakan medis, rekomendasi vaksinasi herpes zoster masuk dalam panduan Satgas Imunisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) 2025. Khususnya bagi individu dengan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal. Langkah preventif ini dinilai dapat membantu menurunkan risiko infeksi serta komplikasi yang berpotensi muncul.
Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia, dr. Johan Wijoyo menegaskan, paya pencegahan penyakit pada usia dewasa membutuhkan pendekatan lintas sektor. “Edukasi menjadi kunci agar masyarakat dapat mengambil keputusan kesehatan secara lebih sadar,” ujarnya.
Maka, GSK Indonesia menggandeng Kementerian Kesehatan memperluas akses edukasi dan informasi kesehatan masyarakat dewasa. Selain itu, tersedia pula kanal digital seperti chatbot WhatsApp Kecapi (Kenali Cacar Api) untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi.
Dengan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia, isu pencegahan penyakit pada usia dewasa menjadi bagian penting dari agenda kesehatan dan produktivitas nasional. Upaya menjaga kesehatan di usia lanjut bukan lagi pilihan individual, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Selanjutnya: Transaksi Digital BTN Capai 2,4 Miliar pada 2025, Simak Targetnya untuk 2026
Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
