kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Unilever digugat Rp 13,5 M gara-gara iklan Rinso


Minggu, 30 Oktober 2016 / 19:09 WIB
Unilever digugat Rp 13,5 M gara-gara iklan Rinso


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

Maka dari itu pihaknya memberikan dua surat peringatan kepada Unilever. Napi dalam surat balasan terakhir, perusahaan menyatakan tidak memiliki hubungan apapun dengan Joice untuk urusan iklan. Bahkan Unilever pun cenderung mengalihkan ke PT Citra Lintas Indonesia sebagai pihak yang bertanggungjawab atas iklan Rinso tersebut

"Kami tidak tahu menahu dengan PT Citra Lintas Indonesia, yang kami tahu Rinso ya Unilever yang mengambil foto juga dari pihak Unilever, maka dari itu kami meminta pertanggungjawaban atas tindakannya itu," tutupnya singkat. Sekadar tahu saja, dalam gugatannya ini Hendrik menyantumkan PT Citra Lintas Indonesia sebagai tergugat II.

Adapun atas pebuatan Unilever, dalam gugatannya Hendrik menilai kliennya itu telah mengalami kerugian materiil sebesar Rp 13,5 miliar dan kerugian materiil Rp 9 miliar. Tak hanya itu, Dalam gugatannya, Unilever diminta untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 10 miliar.

Perkara ini baru memasuki sidang perdana pada Selasa (25/10) lalu. Pihak Unilever yang diwakili kuasa hukum Unilever Harry F. Simanjuntak dalam persidangan mengatakan belum bisa memberikan jawabannya. Bahkan dirinya meminta adanya mediasi agar dapat diselesaikan di luar pengadilan. Adapun jawabannya itu akan diutarakannya pada persidangan selanjutnya pada Selasa (2/11) nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×