kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Ulama dan santri dari Banten sambangi KPK


Jumat, 25 Oktober 2013 / 15:24 WIB
ILUSTRASI. Ciri-ciri penyakit ginjal.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Sejumlah santri dan ulama dari beberapa daerah di Banten, siang ini, Jumat (25/10) menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pembacaan Surat Yasin, ayat suci Al Quran, di Kantor KPK, Jakarta.

Maksud kedatangan mereka ke KPK bertujuan untuk memberikan dukungan kepada KPK, terkait beredarnya isu santet yang belakangan beredar. "Ini inisiatif kami sendiri, gerakan moral untuk mendukung KPK. Jadi KPK enggak usah takut santet," kata Dudung Abdurrahman, salah satu santri saat ditemui wartawan di Kantor KPK, Jumat (25/10).

Dudung bilang, setelah KPK menyidik kasus korupsi di Banten, beredar kabar lembaga anti rasuah itu akan di santet. "Ini syukuran mendukung KPK, jangan sampai ada rasa tertekan dengan isu klenik," sambungnya.

Selain Dudung, banyak santri dari Banten juga datang. Mereka datang dari Serang, Pandeglang, dan Rangkasbitung yang dipimpin Ustad Ahya Anshori. Mereka datang ke KPK dan mengimbau KPK tetap fokus melakukan penyidikan kasua dugaan suap yang menjerat Tubagus Chaery Wardana, adik Kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. "Yang seperti itu (isu santet) jangan digubris. Itu cuma untuk menakuti saja," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×