kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Ulama dan santri dari Banten sambangi KPK


Jumat, 25 Oktober 2013 / 15:24 WIB
ILUSTRASI. Ciri-ciri penyakit ginjal.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Sejumlah santri dan ulama dari beberapa daerah di Banten, siang ini, Jumat (25/10) menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pembacaan Surat Yasin, ayat suci Al Quran, di Kantor KPK, Jakarta.

Maksud kedatangan mereka ke KPK bertujuan untuk memberikan dukungan kepada KPK, terkait beredarnya isu santet yang belakangan beredar. "Ini inisiatif kami sendiri, gerakan moral untuk mendukung KPK. Jadi KPK enggak usah takut santet," kata Dudung Abdurrahman, salah satu santri saat ditemui wartawan di Kantor KPK, Jumat (25/10).

Dudung bilang, setelah KPK menyidik kasus korupsi di Banten, beredar kabar lembaga anti rasuah itu akan di santet. "Ini syukuran mendukung KPK, jangan sampai ada rasa tertekan dengan isu klenik," sambungnya.

Selain Dudung, banyak santri dari Banten juga datang. Mereka datang dari Serang, Pandeglang, dan Rangkasbitung yang dipimpin Ustad Ahya Anshori. Mereka datang ke KPK dan mengimbau KPK tetap fokus melakukan penyidikan kasua dugaan suap yang menjerat Tubagus Chaery Wardana, adik Kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. "Yang seperti itu (isu santet) jangan digubris. Itu cuma untuk menakuti saja," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×