CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

UKP4: Anggaran negara selalu digenjot akhir tahun


Selasa, 25 Februari 2014 / 07:22 WIB
ILUSTRASI. Kinerja Tol: Suasana lalu lintas di Ruas Jalan Tol Dalam Kota, Selasa (4/10/2022). PT. Jasa Marga Tbk (JSMR) memperkirakan hingga akhir tahun volume lalu lintas di ruas jalan tol bisa meningkat 12%-14%. KONTAN/Baihaki/4/10/2022


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dari data Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), penyerapan anggaran negara selalu digenjot pada akhir tahun.

Kepala UKP4, Kuntoro Mangkusubroto menjelaskan baik dari pemerintah pusat, instansi negara, dan pemerintah daerah selalu menghabiskan negara tiga bulan sebelum penghujung tahun. Hal tersebut sudah dipantau oleh UKP4 selama dua tahun berturut-turut dengan pola yang sama.

"Kecendrungan menumpuk di 3 bulan terakhir masih terjadi," ujar Kuntoro, di Kick Off Meeting Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) di Hotel Le Meredien, Sudirman, Senin (24/2/2014) .

Kuntoro menjelaskan jika pemerintah menggenjot anggaran negara hanya di akhir tahun, maka kesalahan terjadi. Dalam hal ini pemerintah menggunakan surat utang (obligasi) untuk pembiayaan program kerja, menjadikan beban utang dalam negeri.

"Penumpukan belanja di belakang itu bikin serba salah. Terutama dalam pembiayaan menggunakan surat utang," ungkap Kuntoro.

Kuntoro menambahkan, untuk Kementerian dan Lembaga yang masih kebiasaan yang habiskan anggaran di akhir tahun, biasanya mempunyai perbaikan. Namun hal itu tidak terjadi untuk pemerintah daerah.

"Kalau (pemerintah) provinsi itu polanya nggak keliatan, ya susah," papar Kuntoro. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×