kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   -14.000   -0,47%
  • USD/IDR 16.842   -11,00   -0,07%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Uang Saku Peserta Magang Nasional Naik, Disesuaikan Kenaikan Upah Minimum 2026


Senin, 16 Februari 2026 / 16:24 WIB
Uang Saku Peserta Magang Nasional Naik, Disesuaikan Kenaikan Upah Minimum 2026
ILUSTRASI. Menaker Yassierli (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan uang saku peserta Program Magang Nasional akan naik disesuaikan dengan kenaikan upah minimum 2026. 

Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung keberlangsungan program pemagangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta.

“Alhamdulillah, karena upah minimum 2026 ini mengalami kenaikan, maka uang saku peserta pemagangan juga naik,” kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam keterangan resminya, Jum'at (13/2/2026). 

Baca Juga: Minta Anak Muda Tak Khawatir, Menkeu Purbaya: Akan Banyak Lapangan Kerja Terbuka

Yassierli mencontohkan, di Provinsi Sumatra Barat. Pada 2025, upah minimum provinsi Sumatra Barat sebesar Rp 2.994.193 dan pada tahun 2026 meningkat menjadi Rp 3.182.955. Oleh karenanya, penyesuaian tersebut berdampak langsung pada peningkatan uang saku peserta pemagangan di wilayah tersebut.

Kepada peserta pemagangan, Menaker mengingatkan agar uang saku yang diterima dimanfaatkan secara bijak dan produktif.

“Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, ya. Menabung, ngasih orang tua, atau hal-hal manfaat lainnya,” ujar Yassierli. 

Ke depan, Kementerian Ketenagakerjaan berharap Program Pemagangan Nasional semakin berkualitas, adaptif terhadap kebutuhan industri, serta mampu menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Baca Juga: Masa Depan Pekerja Indonesia di Ujung Tanduk, Ini Ancaman Terbesar

Pemerintah juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh generasi muda Indonesia.

"Program Pemagangan Nasional diharapkan semakin adaptif, berkualitas, dan menjadi jembatan kuat menuju dunia kerja. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa," imbuhnya.

Selanjutnya: Industri Telekomunikasi Terjepit Biaya Regulasi, Pungutan Daerah dan Aturan Lokal

Menarik Dibaca: Promo The Body Shop Spesial Imlek, Lip Tint-Primer Diskon hingga 50%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×