kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Tsunami di Indonesia berpotensi setinggi satu meter


Jumat, 11 Maret 2011 / 19:09 WIB
Kapal pendaratan besar Angkatan Laut Rusia Orsk berlayar di Bosphorus, dalam perjalanan ke Laut Mediterania, di Istanbul, Turki, 28 Februari 2020.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Bencana gempa dan tsunami di Jepang siang tadi akan merembet ke wilayah Indonesia. Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana Alam Andi Arief mengatakan, gelombang tsunami akan menghantam wilayah Indonesia dengan ketinggian maksimal satu meter.

Namun, Andi berharap masyarakat tidak perlu panik menghadapi dampak tsunami di Jepang. Pasalnya, pemerintah sudah berkoordinasi dengan para ahli gempa mengantisipasi imbas tsunami. "Tim ahli akan beri rekomendasi ke kita dan informasi pencegahan dini kita sebar ke mana-mana," paparnya, Jumat (11/3).

Sebagaimana disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa diperkirakan gelombang tsunami akan menerjang wilayah Papua, Biak, Maluku Utara, Maluku, dan Sulawesi Utara. Makanya Andi menyarankankan agar pemerintah daerah (pemda) mengimbau warganya untuk menjauhi daerah tepi pantai. "Jadi antisipasi sekarang diperkirakan tiba 18.30 WIB dan kalau di Indonesia timur 20.30 WIB," katanya.

Lindu menggoyang Jepang pada pukul 14.46 waktu setempat. Gempa tersebut menghancurkan berbagai gedung dan menimbulkan tsunami setinggi 10 meter. Gempa ini disebut sebagai yang terburuk dalam 140 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×